Penulis: kainpusat

  • Bahan Kain Cornskin

    Trend fashion saat ini tidak hanya sekedar baju dengan konsep yang terbuka, namun juga merujuk pada hijab muslimah ataupun baju tertutup. Tidak sedikit muslimah yang sekarang lebih peka terhadap penampilan dan mengikuti trend busana muslimah dalam menunjang penampilan kesehariannya. Penggunaan pakaian di era sekarang sudah tidak diragukan lagi, banyak yang mencari bahan yang sesuai dan nyaman digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Jika Anda adalah tipe orang yang menyukai sesuatu yang simple, nyaman, namun tetap elegan Anda dapat memilih salah satu kain yaitu kain bahan cornskin atau sering disebut kain jagung, bahan nya yang mudah ditemukan diberbagai tempat dan memiliki banyak keunggulan.

    Apa itu Cornskin/kain jagung?

    Anda tidak mungkin tidak asing lagi mendengar nama kain ini, Cornskin atau sering disebut kain jagung merupakan kain yang memiliki bahan seperti serat kulit jagung. Kain yang sempat hits pada tahun 2017 ini memiliki tekstur yang berongga sehingga memiliki kesan nyaman saat dipakai. Selain itu, warna pada cornskin memiliki warna beragam seperti warna pastel sehingga saat cocok digunakan dalam melakukan aktivitasnya setiap hari.

    Karakteristik Bahan Cornskin

    Kain dengan bahan cornskin banyak dijumpai dalam pembuatan produk karena memiliki karakteristik yang unik, dengan ciri-ciri berikut:

    • Bahannya memiliki permukaan berserat 
    • Saat digunakan nyaman dan lembut karena memiliki tekstur berongga-rongga sehingga memberikan ruang udara namun tidak transparan.
    • Serat bahan cornskin hampir mirip seperti kulit jagung tapi lebih halus dan lembut saat diraba dengan telapak tangan, disebut cornskin karena penggabungan 2 kata, yaitu corn dan skin. Corn yang memiliki arti jagung serta skin berarti kulit sehingga populer disebut cornskin
    • Termasuk dalam kain yang mudah diatur, tidak mudah kusut, dan terkesan rapih.
    • Memiliki beragam warna pastel sehingga memberikan banyak pilihan bagi wanita serta cocok digunakan dalam acara baik formal maupun non formal.

    Kelebihan Kain Cornskin 

    Bahan kain jilbab cornskin dapat dikategorikan menjadi salah satu kain terbaik dalam pembuatan pakaian, seperti kain pada umumnya, kain bahan cornskin memiliki kekurangan dan kelebihan dalam penggunaannya, berikut beberapa kelebihan dari kain cornskin yang perlu Anda ketahui.

    1.Praktis saat digunakan

    Dalam penggunaannya kain berbahan cornskin sangat praktis untuk digunakan, karena memiliki bahan yang mudah diatur sehingga Anda tidak perlu memerlukan tambahan setrika agar terlihat rapi.

    2.Cocok digunakan untuk aktivitas setiap hari

    Bagi beberapa orang tertentu memerlukan kain yang menunjang aktivitasnya, kain jilbab cornskin relatif ringan dan mudah menyerap keringat sehingga cocok dikenakan untuk semua kalangan seperti yang bekerja kantoran, mahasiswa, pelajar. Selain itu kain ini memiliki tekstur yang tidak mudah kusut dan lecek sehingga aman digunakan dalam kesehariannya.

    3.Memiliki warna beragam

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kain cornskin memiliki pilihan warna yang beragam, sehingga dapat disesuaikan dengan beberapa kegiatan baik formal dan non formal, kain cornskin terkesan sederhana namun mewah.

    4.Mudah ditemukan 

    Selain bahan nya yang tidak diragukan lagi kualitasnya, bahan cornskin sangat mudah dijumpai di beberapa tempat di toko-toko kain di sekitar Anda, baik offline, online, maupun toko marketplace lainnya.

    Kekurangan Kain jilbab Cornskin

    Kain cornskin memiliki bahan berongga-rongga, sehingga disarankan agar Anda berhati-hati saat menyetrika karena jika terlalu panas dikhawatirkan kain tersebut akan rusak. Kekurangan lainnya dari kain cornskin adalah resiko jika terkena benda yang tajam akan membekas sehingga lama-kelamaan akan merusak kain, maka dari itu diperlukan perawatan ekstra pada kain cornskin.

    Harga Bahan Cornskin

    Harga kain cornskin dalam pasarannya dibanderol dengan harga terjangkau sesuai dengan ukuran, merek, dan jenis dari kain tersebut sehingga saat cocok digunakan untuk semua kalangan. Untuk harga bahan cornskin dijual dengan harga cukup murah berkisar Rp. 25.000 – Rp. 45.000 per meternya. Untuk harga kain cornskin premium dijual dengan harga yang cukup mahal yaitu sekitar Rp.100.000 namun sesuai dengan kualitas dari sebuah kain cornskin tersebut.

    Tips merawat kain bahan cornskin

    Kualitas jangka panjang dari sebuah kain tidak hanya dapat dilihat dari kualitasnya, semahal apapun sebuah produk jika tidak dirawat dengan baik nantinya akan mudah rusak dan menurunkan kualitas sebuah produk, berikut beberapa tips merawat kain bahan cornskin:

    • Tidak menggunakan mesin dalam pencuciannya, karena dikhawatirkan akan merusak kain. Mencuci bahan dengan kain cornskin sangat sederhana, cukup direndam dengan detergen bahan cair sebentar kemudian dilakukan pencucian cukup menggunakan tangan.
    • Jika dirasa perlu menambahkan pewangi, Anda juga bisa merendamnya namun disarankan tidak terlalu lama, kemudian dikeringkan tidak dibawah matahari langsung karena kain bahan tipis tidak diperlukan panas matahari secara langsung
    • Setelah dilakukan pengeringan, produk dengan bahan kain corskin dapat langsung dilipat dan disimpan dalam lemari dan tidak perlu disetrika
    • Jika terlihat kurang rapi, maka produk dengan kain tersebut disetrika namun menggunakan suhu yang tidak panas dan disarankan pada bagian bawah kain dilapisi kain yang cukup tebal. Hal tersebut menghindari kerusakan dan muncul gelembung karena panas dari setrika tersebut
    • Disarankan agar tidak sering mencuci kain, karena nantinya akan membuat warna menjadi pudar, jika dirasa kain hanya digunakan sebentar dapat digantung atau dianginkan saja agar nantinya tidak apek dan berbau.
    • Alangkah lebih baiknya agar produk dengan kain bahan cornskin untuk penyimpanan digantung menggunakan hanger baju agar tidak berjamur karena kain cornkin ini memiliki tekstur berongga-rongga.

    Hal-hal yang harus diperhatikan saat memilih bahan cornskin

    1. Melihat bahan secara langsung

    Untuk mengetahui kualitas dari sebuah kain, alangkah baiknya jika dilihat secara langsung. Setiap kain memiliki jenis yang berbeda, kain cornskin premium biasanya lebih halus dibandingkan dengan jenis kain cornskin biasa, sehingga perlu diraba atau di sentuh langsung karena memiliki permukaan yang berongga-rongga, maka dapat dibedakan kualitas dari bahan cornskin tersebut.

    2.Ukuran Kain

    Ukuran kain tentu sangat penting karena bisa disesuaikan dengan kegunaan Anda dalam sehari-hari. Selain itu ukuran kain cornskin dapat disesuaikan dengan porsi atau ukuran anda. Jika penggunaan kain digunakan untuk produk gamis syar’i maka diperlukan ukuran kain cornskin yang lumayan besar. Begitupun sebaliknya jika kain cornskin yang digunakan untuk produk kemeja ataupun hijab, dapat disesuaikan dengan ukuran masing-masing yang akan dibuat.

    3.Warna kain

    Karena warna kain cornskin memiliki warna yang beraneka ragam, mulai dari warna dasar, pastel, hingga warna earthone maka perlu dilakukan penyesuaian sesuai dengan produk yang akan dibuat. Tidak hanya itu pemilihan warna dengan warna kulit Anda juga sangat penting, agar nantinya akan menunjang penampilan dalam keseharian.

    Pemanfaatan Kain Cornskin Untuk Produk Fashion

    Kain cornskin merupakan kain yang tergolong tipis namun dapat dikreasikan sehingga menghasilkan produk yang bernilai tinggi, seperti gamis, kaftan, blues, hijab, dan lainnya. Berikut penjelasannya.

    1. Untuk pembuatan baju blues
      Di era sekarang banyak dijumpai model baju blues untuk semua kalangan yang dapat digunakan untuk aktivitas Anda, untuk itu pemanfaatan bahan cornskin sangat pas dipadukan dengan iklim negara Indonesia yang terbilang panas. Karena bahannya tipis dan memiliki tekstur seperti kulit jagung sehingga memiliki keunikan jika dipadukan dengan rok atau celana bahan jeans.
    2. Untuk pembuatan gamis atau rok
      Bahan untuk pembuatan baju gamis dan rok tentu memiliki banyak ragam, salah satunya dapat digunakan pada bahan cornskin ini. Anda bisa menambahkan kreasi furing sebagai pelapis di dalamnya sehingga tidak khawatir jika bahan terawang. karena biasanya baju gamis identik dengan baju muslimah tentunya penggunaan kain ini sangat cocok karena salah satu fungsinya kainnya dapat cepat menyerap keringat.
    3. Untuk pembuatan Baju Kaftan
      Jika Anda sedang memiliki rencana menikah atau menghadiri pernikahan dan bingung memilih baju yang akan digunakan. Pemanfaatan kain cornskin untuk pembuatan kaftan sangat pas karena terkesan elegan namun sederhana, tekstur permukaan yang berongga memiliki kesana unik, sehingga Anda tidak perlu menambahkan kain lain untuk kreasi model mewah.
    4. Jilbab bahan Cornskin
      Saat ini pemanfaat bahan cornskin untuk hijab sudah sampai pada beberapa selebgram atau influencer, mereka berlomba-lomba dalam memproduksi jilbab cornskin dengan jenis segi empat maupun pashmina. Jilbab dengan jenis segi empat cornskin memiliki model yang praktis dengan bahan yang digunakan yaitu kain cornskin polos sehingga memiliki beragam warna yang cantik. Selain itu, harganya pun sangat terjangkau. Biasanya cornskin hijab dijual dengan harga 15.900 hingga Rp.40.000. Untuk jenis jilbab cornskin pashmina jarang sekali ditemukan, tidak heran produk nya dijual dengan harga Rp.100.000, meskipun harga nya terbilang cukup mahal pashmina cornskin sangat digemari oleh semua kalangan.

    Untuk saat ini penggunaan cornskin sudah banyak dijumpai dalam model hijab dan beberapa pakaian, begitulah penjelasan singkat dari kainpusat.com, semoga selanjutnya dapat menjadi referensi dan berguna bagi Anda yang membacanya.

  • Kain Linen

    Bahan kain linen merupakan salah satu kain yang digunakan untuk pelapis sarung bantal dan sebagainya. Kain ini dibuat secara manual dan membutuhkan durasi pembuatan yang cukup lama dan melelahkan.

    Karenanya kain linen ini jumlahnya lebih sedikit ketimbang katun yang dibuat dari kapas.

    Kain linen merupakan jenis kain yang dibuat dari serat tumbuhan alami seperti serat tumbuhan linen.

    Wilayah yang paling banyak menggunakan kain linen hingga ratusan tahun yang lalu adalah negara Eropa. Orang menyukai kain linen dikarenakan lebih tahan lama bahkan bisa tahan puluhan tahun.

    Mengenal Bahan Kain Linen

    Mengenal-Bahan-Kain-Linen

    Di pasaran, Anda mungkin akan sering bertemu label kain linen yang bertuliskan “Belgian Flax Linen” serta “Belgian Linen”. Keduanya ini berbeda dari segi tempat pemroduksiannya.

    Untuk Belgian Flax Linen, artinya kain tersebut menggunakan tanaman linen yang tumbuh di Eropa tapi kemudian produksi dilakukan di luar Eropa.

    Sementara Belgian Linen dibuat dari serat tumbuhan yang tumbuh di Eropa tempatnya di daratan Belgia.

    Selain diambil di Eropa, Belgian Linen juga diproduksi dan ditenun di daerah Belgia langsung.

    Karakteristik Kain Linen

    Karakteristik-Kain-Linen

    Terbuat dari serat alami tumbuhan linen, kain linen memiliki karakteristik durability atau ketahanan yang cukup lama.

    Bahkan, dengan perawatan yang baik dan tepat, kain linen Anda bisa bertahan selama puluhan tahun dengan tekstur semakin nyaman dan halus. Berikut karakteristik khas dari bahan kain linen:

    1. Kain linen terbuat dari serat alami yang lebih kuat ketimbang jenis kain dari serat alami lainnya
    2. Kain linen memiliki ciri khas warna putih natural yang sedikit pucat
    3. Kain linen memiliki tekstur permukaan yang rapi, halus dan berkualitas tinggi
    4. Kain linen tidak akan mudah kotor ketika digunakan untuk membuat pakaian. Tidak hanya itu, pakaian tersebut juga lebih mengkilap dan halus
    5. Perawatan kain linen tidak boleh sembarangan karena rawan rusak akibat keringat, jamur ataupun penggunaan pemutih kain
    6. Kain linen termasuk unik karena bisa membuat tubuh terasa hangat ketika digunakan di daerah bersuhu dingin. Sebaliknya, tubuh akan terasa lebih sejuk ketika dikenakan di udara panas

    Perkembangan Kain Linen

    Perkembangan-Kain-Linen

    Kain linen merupakan serat pertama yang sudah ditenun selama lebih dari 8000 tahun yang lalu. Oleh karenanya, jenis kain ini bahkan sudah digunakan dan dikenal sejak peradaban Mediterania.

    Kain ini kemudian dibawa dan diadopsi oleh orang Eropa dan banyak digunakan sampai abad pertengahan. Kain ini sangat terkenal sampai orang mengenal kapas.

    Karena sudah lama dikenakan orang Eropa sejak ribuan tahun yang lalu, Anda bisa menemukan jenis kain linen terbaik ini dari daratan Eropa.

    Negara yang menghasilkan kualitas kain linen terbaik adalah Italia. Hal ini didukung oleh keahlian mereka dalam bidang pemintalan yang memang sudah sangat tinggi.

    Bahkan kemampuan mereka ini telah diwariskan secara turun temurun dan sulit ditiru.

    Keunggulan Kain Linen

    Keunggulan-Kain-Linen

    1. Lebih Kuat Ketimbang Katun

    Kain linen yang terbuat dari serat tanaman linen tentunya memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan kain katun yang terbuat dari tanaman kapas.

    Kain linen memiliki kekuatan serat 30% lebih kuat dibandingkan serat kain katun yang dibuat dari kapas. Selain lebih kuat, serat bahan kain linen juga lebih tebal ketimbang serat lainnya.

    2. Cocok Untuk Semua Iklim

    Kain linen bisa digunakan baik untuk baju gamis ataupun baju panjang lainnya. Hal ini dikarenakan kain linen memiliki sifat unik dan adaptif.

    Ketika digunakan di lingkungan dengan udara panas, kain linen akan membuat tubuh merasa lebih sejuk. Sebaliknya, ketika digunakan di udara dingin, kain linen akan membuat Anda hangat.

    3. Hypo-allergenic

    Kain linen tidak akan menimbulkan alergi pada kulit

    4. Daya Serap Tinggi

    Kain linen termasuk mudah menyerap keringat karena daya serapnya yang tinggi

    5. Serabut Kain Tidak Mudah Terburai

    Susunan serabut kain pada kain linen sangat rapi. Alhasil, serabut kain linen tidak mudah terburai jika dibandingkan dengan kain katun.

    Kelemahan Kain Linen

    Kelemahan-Kain-Linen

    1. Kainnya Lebih Berat

    Karena memiliki serat kain yang tergolong tebal, alhasil, kain linen termasuk kain yang tergolong lebih berat. Oleh karena itu, di Indonesia kain ini kurang diminati karena bobotnya tersebut.

    2. Benang Kain Linen Mudah Terurai

    Sangat disarankan agar semua ujung kain diobras ketika dibuat pakaian agar benangnya tidak mudah terurai.

    Bahan Kain Linen Jenis Katun

    Bahan-Kain-Linen-Jenis-Katun

    Kain linen sendiri sebenarnya salah satu jenis kain katun yang memiliki daya tahan paling tinggi ketimbang katun lainnya. Sementara serat benang kain ini sendiri lebih terlihat jelas dan ukuran benangnya lebih besar.

    1. Kain Linen Viscouse atau Linen Euro

    Kain linen euro adalah bahan kain yang serat kainnya paling longgar, kaku dan besar. Kain ini juga sedikit terawang karena seratnya yang longgar. Kain ini paling banyak dibuat gorden karena seratnya yang tebal dan kaku.

    2. Kain Linen Look

    Jenis kain linen satu ini termasuk paling berkualitas dan sangat nyaman dikenakan. Seratnya sendiri sekilas hampir mirip dengan linen euro. Namun, serat penyusun linen look lebih lembut dan halus.

    3. Kain Linen Lineta atau Linen Slub

    Susunan serat pada linen lineta sangat rapat serta tekstur penenunan dibuat menyilang di permukaan. Kain lineta sendiri jauh lebih tipis ketimbang linen look. Karakteristik linen lineta terlihat sedikit kasar dan bahan jatuh.

    4. Kain Linen Kenzo

    Linen kenzo merupakan kain yang baru meluncur di pasaran. Ketebalan kain ini sendiri hampir sama dengan linen slub. Linen kenzo juga kurang adem ketika digunakan serta teksturnya lebih kasar.

    5. Kain Linen 3G

    Termasuk kain yang baru meluncur di pasaran, tekstur kain linen 3G serupa dengan serat kayu dengan penampilan lebih modern. Bahan kain juga lebih ringan dan jatuh.

    Harga Kain Linen

    Harga-Kain-Linen

    Harga Kain Linen Rami

    Bahan linen rami dijual dengan kisaran harga Rp 34 ribu per meternya dengan ukuran lebar 150 cm.

    Penggunaan Kain Linen

    Penggunaan-Kain-Linen

    Kain linen dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Dulunya, kain linen sangat terkenal untuk kebutuhan membuat beding set.

    Namun, semakin berkembangnya zaman membuat penggunaan linen pun berkembang untuk kebutuhan membuat baju, membuat kerajinan tangan, serta untuk perlengkapan di meja makan seperti taplak dan sebagainya.

    Cara Merawat Kain Linen

    Cara-Merawat-Kain-Linen

    Beberapa jenis kain linen memiliki sifat tidak dapat dicuci dan dapat dicuci. Kain yang dapat dicuci adalah kain dengan tekstur permukaan lentur dan tak rata.

    Sementara kain linen yang tidak bisa dicuci adalah kain yang teksturnya rata namun kaku. Sebaiknya, sebelum dicuci kain linen dibersihkan dulu nodanya. Mencuci gunakan deterjen yang dicampurkan dengan air bersuhu hangat.

    Ketika pakaian Anda terbuat dari bahan kain linen, maka rawatlah dengan baik. Perawatan yang baik justru dapat membuat kain linen semakin lembut dan bertahan hingga puluhan tahun lamanya.

  • Bahan Kain Rajut

    Siapa yang tidak mengenal bahan kain rajut? Kain satu ini merupakan kain yang cukup melegenda dan sudah lama digunakan sejak ratusan tahun yang lalu.

    Dulu, kain rajut diproduksi secara manual oleh ibu-ibu menggunakan tangan untuk kemudian dikenakan oleh keluarganya ataupun untuk hadiah.

    Kini, bahan rajut sudah tidak lagi dianggap sebagai kain tua yang mungkin hanya dikenakan oleh orang lanjut usia.

    Bahkan, pakaian yang terbuat dari bahan rajut termasuk pakaian yang sedang populer bahkan menjadi pilihan anak muda masa kini.

    Tidak hanya digunakan oleh masyarakat negara 4 musim, namun bahan rajut juga digunakan oleh masyarakat di iklim tropis seperti Indonesia. Yuk kenali lebih detail jenis kain satu ini yang telah dibahas oleh Kainpusat.

    Mengenal Bahan Kain rajut

    Mengenal-Bahan-Kain-rajut

    Bahan rajut dulunya merupakan kain yang sangat tebal sehingga banyak digunakan oleh masyarakat di negeri empat musim yang mengalami musim dingin dan musim semi.

    Dengan tekstur benang rajutan yang tebal, membuat bahan kain ini sangat ampuh untuk mengusir rasa dingin.

    Jika dulu kain ini sangat tidak cocok digunakan oleh masyarakat di negara tropis seperti Indonesia karena teksturnya yang tebal, kain rajut kini sudah berevolusi menjadi kain yang lebih tipis.

    Pakaian yang menggunakan bahan rajut di Indonesia cukup beragam, dari mulai dibuat jaket, cardigan, dan pakaian lainnya.

    Ada beberapa kain yang tergolong ke dalam jenis kain rajutan seperti kain mesh, jersey dan berber.

    Cara pembuatan kain rajut menggunakan mesin rajut terdiri dari dua teknologi utama yaitu rajut pakan (weft knitting) dan rajut lusi (warp knitting).


    Baca Juga: Bahan Kain Linen


    Karakteristik Bahan Rajut

    Karakteristik-Bahan-Rajut

    Bahan kain rajut dibuat dengan cara merajut benang baik secara manual menggunakan tangan maupun menggunakan mesin untuk produksi masal di pabrik.

    Benang yang dirajut untuk disusun, dikaitkan kemudian saling disambungkan hingga terbentuk kain dengan jalinan yang kuat.

    Rajut sendiri memiliki ciri khas elastis dan mudah untuk ditarik. Hal ini berkat keberadaan loop-loop antar rajutan benang di kain tersebut.

    Selain lebih elastis dan fleksibel, kain rajut juga tidak mudah kusut bahkan sulit untuk kusut. Sayangnya, kain rajut memiliki kemungkinan untuk menyusut ketika perawatan yang dilakukan tidak tepat.


    Baca Juga: Kain Wol 


    Kelebihan Kain Rajut
    Kelebihan-Kain-Rajut

    1. Teksturnya yang Lembut dan Nyaman di Kulit

    Bahan rajut terbuat dari rajutan benang yang dibuat dari kapas sehingga terasa sangat lembut dan halus di permukaan kulit.

    Oleh karenya bahan rajut dapat digunakan oleh semua kalangan umur, dari muda hingga tua.

    Bahkan, anak kecil pun dapat menggunakan kain rajut karena tidak akan melukai kulit.

    2. Lebih Tebal Ketimbang Kain Pada Umumnya

    Kain rajut dibuat dari rajutan benang dengan ukuran tebal yang dirajut berlapis sehingga cenderung menghalangi masuknya udara ke permukaan kulit.

    Karena ukurannya yang tebal, kain rajut sering dimanfaatkan sebagai pakaian penghangat di musim dingin seperti jaket, syal, mantel, bahkan topi rajut.

    Namun, kini juga sudah berkembang benang rajut dengan ukuran yang tidak terlalu tebal sehingga tidak begitu bermanfaat jika dimanfaatkan sebagai penghalau dingin.

    Jika Anda memilih kain rajut yang dibuat dari benang lebih tipis ini, maka Anda pun tidak akan merasa kepanasan jika digunakan di iklim tropis Indonesia.

    3. Lebih Lentur dan Elastis

    Bahan rajut lebih fleksibel bahkan mudah ditarik. Oleh karena itu, Anda yang tidak senang mengenakan pakaian terlalu mepet sangat cocok memilih pakaian berbahan rajut.

    Pasalnya, bahan rajut akan cenderung melar dan tidak mepet di tubuh.

    Kekurangan Kain Rajut

    Kekurangan-Kain-Rajut

    1. Rajut Berisiko Cepat Rusak

    Meski dikatakan cepat rusak, namun sebenarnya hal ini berkaitan erat dengan kebiasaan dan cara Anda mencuci.

    Bahan rajut yang lembut cenderung mudah rusak dengan keluarnya benang-benang tipis apabila dicuci dengan cara yang salah.

    Oleh karenanya, tidak terlalu disarankan untuk menggunakan mesin cuci untuk membersihkan pakaian dari bahan rajut karena khawatir tersangkut dan rusak.

    2. Sedikit Sulit untuk Dicuci

    Apabila pakaian ataupun jaket berbahan rajut yang Anda miliki termasuk menggunakan benang yang tebal, maka mencucinya mungkin akan memerlukan lebih banyak usaha dan energi.

    Pasalnya, mencuci pakaian rajut tebal akan terasa sangat berat terutama setelah terkena air.

    Anda disarankan untuk merendam jaket itu saja dengan sampo kemudian bilas dan jemur.

    Tidak terlalu disarankan menggunakan detergen pada umumnya karena khawatir merusak tekstur kain.

    3. Harganya Lebih Mahal

    Dibandingkan kain pada umumnya, bahan kain rajut dipatok dengan harga yang lebih mahal ketimbang yang lain.

    Namun, harga kain rajut sendiri akan sangat ditentukan oleh jenis rajutannya, ketebalan benang yang digunakan dan sebagainya..

    4. Perlu Perawatan Teliti

    Masih berhubungan dengan poin pertama, sifat bahan rajut yang lebih gampang rusak membuatnya perlu perawatan teliti.

    Misalnya Anda tidak dapat sembarangan mencucinya agar benang-benang pada kain rajut tidak keluar.

    Jenis Knitt atau Rajutan

    Jenis-Knitt-atau-Rajutan

    1. Single Knitt

    Teknik merajut single knitt adalah teknik yang biasanya diaplikasikan oleh pemula karena lebih cepat dan lebih mudah dipelajari.

    Merajut dengan single knitt menggunakan dua buah jarum rajut beserta satu buah benang rajutan.

    2. Double Knitt

    Teknik ini menggunakan dua buah benang rajut yang dirajut bersamaan dengan dua buah jarum rajut. Hasil rajutan double knitt akan lebih tebal ketimbang single knitt.

    3. Lacoste

    Rajutan pique atau lacoste merupakan jenis rajutan yang berciri khas berupa adanya corak, tekstur maupun motif pada kain hasil rajutannya. Rajutan ini dapat  digunakan bolak-balik.

    4. Striper atau Yarn Dye

    Rajutan striper merupakan rajut dua warna yang dikombinasikan dan tidak bisa digunakan atas dan bawah (bolak balik).

    Cara merajutnya bisa dengan single knit atau double knit asal di akhir dibuat belahan.

    5. Drop Needle

    Tekstur rajutan drop needle yaitu vertikal lurus dan cukup lentur. Cara membuatnya dengan cara drop needle alias variasi cabut jarum.

    Harga Kain Rajut

    Harga-Kain-Rajut

    Anda bisa membeli kain rajut yang dijual secara meteran maupun roll.

    Harganya sendiri sangat bervariasi tergantung dari ketebalan, tingkat kehalusan dan jenis kain rajutnya sendiri.

    Misalnya untuk kain rajut dari bahan polyester dibanderol di kisaran harga Rp 15an ribu hingga Rp 30an ribu per meternya.

    Jenis yang lebih murah adalah kain renda tajut yang dijual di kisaran harga mulai dari Rp 2 ribu per meternya.

    Baca Juga : Bahan Supernova

    Penggunaan Kain Rajut

    Penggunaan-Kain-Rajut

    Karena memiliki karakteristik tebal dan elastis, kain rajut kini banyak digunakan untuk memproduksi jaket, sweater, cardigan hingga jenis pakaian luar lainnya.

    Kain rajut juga sering dipilih untuk membuat baju atasan biasa seperti kaos ataupun membuat rok.

    Selain itu, topi berbentuk kupluk untuk menghalau dingin juga biasanya dibuat dari kain rajutan.

    Jika Anda tertarik ingin membuat bahan kain rajut Anda sendiri, Anda sebenarnya bisa merajutnya secara manual menggunakan tangan. Untuk benangnya bisa menggunakan benang wol besar ataupun lokal, benang katun, dan benang bali.