Penulis: kainpusat

  • Bahan Voal

    Akhir-akhir ini trend hijab bukan lagi berfokus pada model hijab, sebab kini semakin banyak kaum hawa yang lebih memilih hijab dengan model yang simple. Namun, trend hijab seakan beralih pada pilihan jenis kainnya dan salah satu yang paling digemari adalah bahan voal.

    Apa itu voal? Apa saja keunggulan dan jenis-jenis kain voal? Bagaimana cara membedakan voal dengan polycotton yang memang terbilang cukup mirip dan bagaimana pula cara merawat jilbab atau kerudung voal? Semuanya akan dikupas tuntas kainpusat.com lewat ulasan di bawah ini šŸ™‚

    Bahan Voal

    Apa itu Bahan Voal?

    Bahan voal adalah jenis kain yang terbuat dari 100% serat alam bernama katun. Ciri kain voal memiliki permukaan yang halus dan mudah dibentuk. Akhir-akhir ini, voal adalah salah satu jenis kain terbaik untuk dijadikan sebagai jilbab. Kandungan serat alam murni tersebut memberikan rasa nyaman yang sangat tinggi bagi pemakai jilbab berbahan dasar voal.

    Jilbab yang terbuat dari voal sangat cocok dipakai oleh wanita yang tinggal di negara beriklim tropis. Hal tersebut disebabkan karena bahan voal termasuk jenis kain yang mudah menyerap keringat sehingga akan tetap terasa adem walaupun Anda memakainya saat beraktivitas di siang hari.

    Jenis kain ini juga cenderung kaku sehingga membuat jilbab yang terbuat dari kain ini mudah dibentuk dan saat dipakai tidak mudah berantakan. Pada dasarnya, jenis kain ini memang terbuat dari 100% serat alam (katun). Namun terdapat pula beberapa variasi kain voal yang dibuat dari perpaduan serat alam dengan linen, polyester, silk dan juga serat rayon.

    Keunggulan Jilbab Voal

    1. Memiliki Serat yang Lembut

    Salah satu kunci kenyamanan jilbab yang terbuat dari voal adalah seratnya yang lembut sehingga membuat jilbab tersebut mudah menyerap keringat. Saat memakai jilbab tersebut Anda tidak akan mudah kegerahan sebab jilbab berbahan voal itu memiliki sirkulasi udara yang cukup baik.

    2. Mudah Dibentuk Sekaligus Tidak Mudah Lecek

    Jilbab dengan permukaan terlalu licin akan membuat pemakainya merasa tidak nyaman, sebab jilbab tersebut sulit untuk ditata secara rapi. Sementara itu, jilbab yang permukaannya terlalu kaku juga akan membuat jilbab mudah lecek. Oleh sebab itu, Anda perlu memiliki jilbab yang tidak terlalu licin dan juga tidak terlalu kaku.

    Salah satu pilihan jenis kain terbaik yang memenuhi kriteria tersebut adalah jilbab berbahan dasar voal. Jilbab yang terbuat dari voal memiliki permukaan yang halus dan lembut namun mudah dibentuk sekaligus tidak membuatnya mudah lecek.

    3. Variasi Motif

    Keunggulan lain yang dimiliki oleh bahan voal adalah banyaknya variasi motif yang tersedia. Hal tersebut akan membuat Anda punya banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan selera dan gaya berpakaian yang akan membuat Anda merasa semakin percaya diri.

    Setiap ada kelebihan tentu juga ada kekurangan, setidaknya ada dua kekurangan yang dimiliki oleh jilbab berbahan dasar voal. Kekurangan yang pertama adalah jenis kain ini jika terkena angin akan mudah menekuk dan jilbab berbahan voal harus dirawat dengan cara yang benar karena jika Anda salah dalam proses perawatannya jilbab yang terbuat dari jenis kain ini akan lebih mudah usang dan robek.

    Baca Juga : Bahan Supernova

    Jenis Bahan Voal

    Jenis-Jenis Bahan Voal yang Digunakan untuk Membuat Jilbab

    1. Voal Basic

    Voal basic adalah jenis voal yang kandungan polyesternya lebih banyak daripada serat alam. Oleh sebab itu, voal basic biasanya dijual dengan harga paling murah. Permukaan kain ini berserabut, lebih kasar dan teksturnya pun lebih kaku jika dibanding dengan jenis voal pada umumnya. Umumnya, tenunan serat voal basic juga tidak terlalu kencang sehingga bagian ujungnya mudah rusak dan rontok.

    2. Voal Jepang

    Voal Jepang merupakan jenis kain yang adem dan sangat lembut saat dipakai. Sayangnya, voal Jepang ini termasuk sangat kaku. Namun, jenis kain ini tetap banyak penggemarnya disebabkan karena ketersediaan warnanya yang sangat beragam.

    3. Voal Dobby

    Tekstur voal dobby sangat unik sebab permukaannya seperti ada kotak-kotaknya. Jenis kain ini juga bersifat lemas dan lembut sehingga banyak wanita yang menjadikan kain ini sebagai pashmina. Namun, karena semakin banyak varian voal yang lebih nyaman maka jenis kain ini tampaknya sudah hilang dari pasaran Indonesia sebab sepi peminat.

    4. Voal Two Tone

    Voal two tone juga termasuk jenis kain bertekstur unik sebab memiliki dua jenis warna pada permukaan kainnya. Namun, pada 2019 jenis kain ini seakan menghilang dari pasaran sebab banyak pabrik yang menghentikan produksi voal two tone.

    5. Voal Premium

    Bahan voal premium adalah jenis bahan kain yang bertekstur lebih halus apabila dibandingkan dengan voal basic. Jenis kain yang juga dikenal dengan sebutan voal miracle ini mengandung campuran katun yang lebih banyak sehingga membuat teksturnya lebih halus dan tidak kaku. Jenis kain ini juga terbilang cukup tipis dan mudah menyerap keringat sehingga nyaman untuk dipakai.

    6.Ā  Voal Superfine

    Voal superfine mengandung serat katun yang lebih banyak daripada voal premium sehingga tekstur permukaan kainnya lebih halus. Bukan hanya lebih halus, voal superfine juga lebih tebal sehingga tidak terlalu menerawang. Walau tebal namun kain ini tetap mudah menyerap keringat karena memiliki sirkulasi udara yang bagus.

    7. Voal Silk Premium (Ultra Satin)

    Voal silk premium sebenarnya mengandung serat katun yang kadarnya sama dengan voal superfine. Perbedaan kedua jenis voal tersebut terdapat pada campuran silk dalam jenis kain yang juga dikenal dengan sebutan ultra satin tersebut. Kandungan silk dalam voal silk premium membuat permukaan kain tersebut terlihat lebih mewah dan elegan karena terdapat sedikit efek kilap pada tampilan kainnya.

    8. Voal Ultrafine

    Voal ultrafine merupakan jenis voal yang akan membuat pemakainya merasa sangat nyaman. Tekstur kain ini sekilas mirip dengan twill, sebab saat dilihat permukaannya seperti kasar namun sebenarnya halus saat bersentuhan dengan kulit. Ketebalan dan sirkulasi udara kain ini juga cukup bagus, sehingga membuat jilbab dari jenis voal ultrafine akan terasa adem ketika dipakai.

    Voal ultrafine termasuk jenis kain yang paling laris di pasaran, sebab harganya termasuk murah lengkap dengan beragam pilihan warna khususnya warna-warna pastel dan soft. Kadar serat katun pada jenis kain ini juga lebih tinggi daripada voal premium sehingga membuatnya lebih mudah menyerap keringat.

    Keunggulan lain dari voal ultrafine yang tidak dimiliki oleh voal premium adalah permukaannya yang memiliki efek kilap walau tidak bersinar seperti voal yang mengandung silk. Jenis kain ini juga lebih halus tenunannya sehingga lebih halus dan rapi sehingga tidak memperlihatkan banyak serabut pada kainnya.

    9. Voal Watersplash (Anti Air)

    Voal watersplash adalah jenis bahan voal yang teksturnya mirip dengan voal ultrafine. Namun karena memiliki keunggulan sebagai kain yang anti air maka harga voal watersplash dibanderol lebih mahal. Keunikan yang dimiliki oleh kain ini membuat banyak wanita tertarik untuk membelinya walau mereka harus merogoh kocek lebih dalam.

    Penggunaan Bahan Voal selain untuk Jilbab

    Bahan voal bukan hanya bisa dijadikan sebagai jilbab, sebab sama seperti kain pada umumnya voal juga dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan pakaian khususnya dalam bentuk gaun. Tekstur jenis kain ini yang tipis akan memberikan kesan ā€œlonggarā€ sehingga bisa pula menyamarkan lekuk tubuh dengan sempurna. Gaun berbahan voal sekaligus bisa membuat tubuh terkesan lebih langsing.

    Voal juga dapat digunakan sebagai syal apalagi disebabkan karena sifat kain ini yang mudah menyerap keringat maka saat dililitkan di leher tidak akan membuat Anda kegerahan. Syal yang terbuat dari voal akan memberikan kesan elegan dan anggun pada pemakainya. Motif kain voal yang beragam juga akan membuat syal terlihat semakin cantik sekaligus membuat penampilan Anda terlihat tidak monoton.

    Walau bahan voal terbilang cukup tipis, namun cukup banyak wanita yang menjadikan jenis kain ini untuk dijadikan sebagai rok. Rok yang terbuat dari voal juga akan terkesan jatuh dan melambai secara alami saat Anda berjalan. Apabila Anda tertarik membuat rok dengan bahan dasar voal maka pastikan lapisi bagian dalam rok dengan furing agar tidak mudah melayang saat tertiup angin.

    Baca Juga : Bahan Kain Crepe

    Cara Membedakan antara Bahan Voal dengan Bahan Polycotton

    Bahan polycotton sejatinya adalah jenis kain yang mengandung campuran katun (cotton) dengan polyester. Tekstur kain polycotton sebenarnya sudah cukup halus namun tidak sehalus bahan voal. Kain polycotton yang dibuat menjadi kerudung atau jilbab juga tidak terlalu adem seperti voal namun jenis kain ini akan terasa lebih jatuh saat dipakai sebagai jilbab.

    Membedakan bahan voal dengan polycotton itu susah-susah gampang, namun ada tiga karakteristik yang bisa membedakan antara voal dengan polycotton, yaitu:

    1. Terdapat Bulu Halus pada Permukaan Bahan Voal

    Bulu-bulu halus yang terdapat pada permukaan voal itu tidak bisa dilihat secara sekilas. Anda harus menyentuhnya untuk memastikan apakah ada bulu-bulu halus pada permukaan kain yang menandakan bahwa kain tersebut adalah asli kain voal.

    2. Tidak Mudah Kusut

    Salah satu keunggulan voal adalah permukaan kainnya tidak mudah kusut atau lecek, kecuali Anda meremasnya dalam jangka waktu yang cukup lama. Sebaliknya kain polycotton lebih mudah kusut dan cukup sulit dipakai sebab teksturnya licin.

    Tekstur permukaan kain yang licin seperti itu membuat polycotton cukup sulit dibentuk. Jika tidak disetrika, kain polycotton juga memiliki garis lipatan yang terlihat cukup jelas sehingga kurang praktis untuk digunakan apalagi ketika Anda sedang traveling dan tidak sempat menyetrika jilbab.

    3. Lebih Mudah Menyerap Keringat

    Voal termasuk jenis kain yang mudah untuk menyerap keringat, sedangkan kain polycotton kurang mampu menyerap keringat dengan cepat. Hal seperti itu membuat jilbab yang terbuat dari polycotton akan lebih mudah bau khususnya setelah dipakai beraktivitas di luar ruangan.

    4. Warnanya Cenderung Bernuansa Matte

    Warna jilbab yang terbuat dari voal biasanya lebih bernuansa matte, sedangkan jilbab yang terbuat dari polycotton cenderung memiliki warna yang cerah dan glossy.

    merawat Bahan Voal

    Cara Merawat Jilbab yang Terbuat dari Bahan Voal

    1. Cuci Jilbab Langsung dengan Tangan

    Bahan voal memiliki tekstur yang halus dan cenderung tipis sehingga Anda perlu mencucinya langsung dengan tangan bukan dengan mesin cuci. Agar lebih mudah saat membersihkan noda yang menempel pada jilbab berbahan voal sebaiknya direndam terlebih dahulu dalam campuran air dan sedikit deterjen. Lama perendaman sekitar 15 menit saja, lalu kucek dengan lembut dan bilas hingga bersih.

    Bila perlu pada bilasan terakhir Anda bisa menambahkan sedikit pelembut agar jilbab jadi lebih halus. Namun pastikan bahwa pelembut yang Anda pakai itu kadarnya sedikit saja agar tekstur jilbab tidak rusak. Shampoo juga bisa digunakan untuk mencuci jilbab berbahan voal, sebab terkadang ada deterjen yang bersifat keras sehingga akan lebih aman jika Anda mencuci jilbab voal dengan shampoo.

    2. Cuci secara Terpisah

    Saat mencuci jilbab berbahan voal sebaiknya cuci secara terpisah. Lebih baik lagi jika Anda memisahkannya sesuai dengan warna. Metode tersebut untuk menghindari warna jilbab yang luntur, walau hal tersebut kecil kemungkinannya untuk terjadi.

    3. Jemur di Tempat yang Teduh

    Jilbab berbahan voal sebaiknya dijemur di tempat yang tidak langsung terkena paparan sinar matahari. Sebaiknya jemur secara diangin-anginkan saja agar warna jilbab tersebut tidak mudah pudar dan tekstur kainnya tidak mudah rusak.

    4. Setrika dengan Suhu Medium (Sedang)

    Jilbab berbahan voal sebaiknya disetrika dengan suhu yang sedang agar kualitas tekstur dan warna kain tersebut tidak mudah rusak. Pada dasarnya, jilbab yang terbuat dari bahan voal itu tidak mudah kusut atau lecek jadi tidak perlu disetrika dengan suhu tinggi.

    Bukan hanya itu saja, Anda juga perlu menghindari menyetrika jilbab yang belum terlalu kering. Menyetrika jilbab dalam kondisi yang belum terlalu kering hanya akan membuat warna jilbab lebih cepat pudar.

    5. Jangan Melipat Jilbab Melainkan Simpan dengan Cara Digantung

    Jilbab yang terbuat dari bahan voal sebaiknya tidak disimpan dalam keadaan terlipat. Cara menyimpan jilbab seperti itu hanya akan menimbulkan bekas lipatan pada jilbab. Apalagi jika Anda menyimpannya dengan cara ditumpuk bersama dengan jenis pakaian lain yang lebih berat.

    Bekas lipatan akan lebih sulit untuk dihilangkan saat Anda menumpuk jilbab bersama pakaian lain, sehingga akan berdampak pada keindahan tampilan dari jilbab tersebut. Cara terbaik menyimpan jilbab berbahan voal adalah dengan cara digantung.

    6. Biasakan Memakai Ciput atau Inner Hijab

    Sebelum memakai jilbab berbahan voal ada baiknya Anda terlebih dahulu memakai ciput atau inner hijab. Hal tersebut perlu Anda lakukan agar keringat dari kulit kepala tidak langsung menempel pada jilbab Anda. Cara seperti ini juga sekaligus akan meningkatkan keawetan tekstur dan warna bahan voal.

    7. Hindari Menggunakan Peniti saat Memakai Jilbab Berbahan Voal

    Kebanyakan kaum hawa suka menyematkan peniti saat memakai jilbab. Namun, sebenarnya peniti itu dapat merusak tekstur jilbab berbahan voal yang Anda pakai. Peniti hanya akan membuat jilbab voal lebih cepat berlubang, maka dari itu sebaiknya segera ganti peniti dengan klip, jarum pentul atau tuspin saja.

    Dilihat dari kualitasnya tidak mengherankan jika bahan voal digemari banyak orang untuk dijadikan sebagai jilbab.Ā  Jenisnya yang beragam akan semakin memudahkan Anda untuk memilih kain yang sesuai dengan selera serta budget Anda, sebab masing-masing jenis kain voal itu dijual dengan harga yang bervariasi. Jangan lupa pula rawat jilbab berbahan voal dengan cara yang benar agar lebih awet. Anda bisa membandingkan juga dengan bahan jilbab cornskin yang cukup banyak digemari dikalangan hijabers.

  • Bahan Nylon

    Bahan nylon memang lazim digunakan sebagai bahan dasar pembuatan tas, begitu pula dengan bahan polyester. Kedua jenis kain tersebut sering dianggap sebagai kain yang sama, padahal cukup banyak perbedaan antara keduanya. Ulasan Kainpusat.com di bawah ini akan membuat Anda lebih mengenal tentang nylon dan juga perbedaannya dengan polyester.

    mengenal bahan nylon

    Apa Itu Bahan Nylon?

    Bahan nylon merupakan bahan sintetis yang awalnya difungsikan sebagai bahan untuk membuat tenda dan parasut khusus militer. Namun, kini salah satu bahan sintetis yang ditemukan pada tahun 1935 tersebut sudah menjadi semakin banyak fungsinya, termasuk untuk bahan dasar pembuatan tas.

    Alasan mengapa bahan sintetis yang satu ini sering dijadikan sebagai bahan dasar untuk membuat tas disebabkan karena nylon itu ringan dan tahan lama. Kebanyakan tas yang terbuat dari nylon biasanya didesain untuk tas yang bisa mengangkut banyak barang atau barang-barang yang berat. Maka dari itu jenis tas traveling atau jenis tas untuk bepergian banyak yang dibuat dari nylon.

    Karakteristik Bahan Tas yang Bagus Terbuat dari Kain Nylon

    Bahan nylon termasuk jenis bahan yang tidak mudah rusak sehingga saat dijadikan sebagai tas maka tas tersebut akan lebih awet. Saat dicuci, tas yang terbuat dari nylon juga tidak menyusut ataupun meregang. Beberapa karakteristik nylon yang dapat dibuat menjadi tas berkualitas bagus, di antaranya seperti berikut ini:

    • Memiliki tingkat elastisitas yang bagus
    • Tidak mudah sobek
    • Tidak mudah rusak karena jamur serta kerusakan yang ditimbulkan oleh bahan-bahan kimia

    Kelebihan Bahan Nylon untuk Membuat Tas

    Dilihat dari karakteristiknya memang nylon bukan bahan pembuat tas yang terbaik, namun tetap saja nylon memiliki beberapa kelebihan yang perlu Anda ketahui, yaitu:

    1. Kuat, Ringan, serta Elastis

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, karakteristik nylon yang membuat bahan ini cukup tepat untuk dijadikan sebagai tas di antaranya seperti kuat, ringan serta elastis. Karakteristik yang dimiliki oleh bahan ini membuat nylon dapat pula dimodifikasi dengan mudah.

    2. Awet dan Bila Terkena Air Lebih Cepat Kering

    Tas yang terbuat dari bahan nylon biasanya memang cukup awet. Nylon memang bukan termasuk bahan yang anti air, namun saat terkena air tas yang terbuat dari nylon akan lebih cepat kering. Oleh sebab itu, ketika tas berbahan nylon yang Anda bawa itu kebasahan karena siraman air maka Anda tidak perlu khawatir sebab tas tersebut akan lebih cepat kering.

    3. Mudah Dibersihkan dan Tidak Mudah Sobek

    Tas yang terbuat dari nylon juga cukup mudah untuk dibersihkan dengan cara dicuci. Selain itu, tas berbahan dasar nylon biasanya juga akan dijahit dengan menggunakan benang nylon sehingga akan semakin kuat dan tidak mudah sobek.

    Baca Juga : Bahan Kain Crepe

    Kekurangan Bahan Nylon untuk Membuat Tas

    1. Mudah Terbakar

    Sebagai bahan sintetis yang berasal dari minyak bumi, maka tentu saja tas berbahan nylon lebih mudah terbakar. Oleh sebab itu, bahan nylon tas sebaiknya tidak disetrika dengan suhu yang tinggi. Hal tersebut hanya akan membuat tas berbahan nylon menjadi lengket dan meleleh.

    2. Tidak Tahan Panas Matahari yang Berlebihan

    Tas yang dibuat dari material nylon itu tidak bisa terlalu lama terkena paparan sinar matahari berlebihan. Jika terkena sinar matahari langsung dalam jangka waktu yang sangat lama, maka warna dari tas tersebut akan memudar.

    3. Tidak Bisa Menyerap Keringat

    Sirkulasi udara yang dapat masuk ke dalam tas berbahan nylon itu kurang bagus sehingga panas saat digunakan. Hal seperti itu juga berlaku saat nylon dibuat menjadi bahan dasar sebuah tas.

    4. Tidak Tahan Air

    Bahan nylon memang tidak bersifat tahan air, namun jika dicuci jenis tas yang terbuat dari nylon itu akan lebih mudah kering.

    perbedaan nylon dan polyester

    Perbedaan Bahan Nylon dengan Bahan Polyester

    Walaupun banyak yang menganggap kedua bahan sintetis yaitu nylon dan polyester ini sama, namun sebenarnya cukup banyak perbedaan di antara keduanya. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini ada tabel perbedaan antara nylon dan polyester yang bisa Anda simak:

    Nylon Polyester
    Nama Kimiawi Polyamide Polyethylene Naphthalate
    Proses Pembuatan Proses diawali dari cairan yang kemudian secara mekanis terus diputar lalu berubah menjadi serat saat dikeringkan Proses berawal dari larutan kimia yang kemudian dipintal hingga menjadi benang
    Fungsi Umumnya dibuat untuk jenis pakaian tertentu seperti jas hujan, baju renang, tirai serta karpet Biasanya digunakan untuk keperluan industri garmen atau pembuatan pakaian jadi, gorden, dan karpet
    Daya Tahan saat Dipakai Tidak mampu menyerap keringat Tidak mudah kusut
    Daya Tahan secara Umum Tahan lama, tahan terhadap abrasi dan juga kerusakan yang disebabkan karena minyak serta bahan kimia Cukup kuat, tidak mudah meregang dan menyusut saat dicuci, tidak mudah rusak karena bahan kimia, tahan terhadap air
    Sifat saat Terkena Panas Berlebihan atau Api Mudah meleleh lalu terbakar dalam jangka waktu yang cepat Langsung meleleh dan terbakar secara bersamaan
    Dampak terhadap Lingkungan Mayoritas nylon memang terbuat dari produk sampingan minyak bumi, sehingga memang cukup berdampak buruk pada lingkungan Tidak mudah terurai namun masih bisa didaur ulang
    Keunggulan Ringan, mudah kering setelah terkena air, hangat dan halus Mudah kering saat terkena air, ringan dan halus
    Bisa Dibuat Menjadi Pakaian dasar, pakaian dalam, jas hujan, pakaian ski, windbreaker, baju renang, pakaian untuk bersepeda serta berbagai macam tas Segala jenis pakaian dan berbagai macam tas
    Reaksi/Menimbulkan Alergi Kemungkinan menimbulkan reaksi alergi yang disebabkan karena resin akhir Kemungkinan menimbulkan reaksi alergi yang disebabkan karena resin akhir
    Cara Perawatan Mudah dibersihkan dengan cara dicuci Mudah dibersihkan dengan cara dicuci
    Cara Membersihkan Mudah dicuci namun tidak bisa di dry clean Mudah dicuci dan bisa di dry clean
    Bahan Dasar Poliamida yang berasal dari kandungan minyak bumi Polimer yang terkandung dalam batu bara, minyak bumi, udara dan air
    Resistensi Cukup baik Sangat baik
    Jumlah Produksi di Dunia Produksi nylon di seluruh dunia diperkirakan mencapai 4,2 juta ton atau jika dibuat dalam bentuk persentase maka diperkirakan mencapai 12% dari keseluruhan produksi serat sintetis Produksi polyester di seluruh dunia diperkirakan mencapai 23 juta ton atau jika dibuat dalam bentuk persentase maka diperkirakan mencapai 58% dari keseluruhan produksi serat sintetis
    Tahun Pertama Kali Proses Produksi Secara komersial di Amerika Serikat nylon diproduksi pada tahun 1939 Secara komersial di Amerika Serikat, polyester diproduksi pada tahun 1953

    Bahan nylon bisa dibuat menjadi berbagai macam tas, mulai dari tas fashion yang modis, tas selempang hingga ransel untuk travelling atau berkemah. Tas berbahan nylon saat ini memang semakin mudah didapatkan, apalagi kini semakin banyak usaha konveksi tas yang memproduksi tas dari nylon.

  • Bahan Kain Satin

    Jika Anda terbisa berkutat dengan kain sebagai bahan utama dalam membuat beragam jenis dan rupa pakaian, bahan kain satin sudah sangat umum dan familiar ketika mendengarnya.

    Bahkan bisa dengan mudah mengenalinya bila ke toko kain, sebab dari segi tampilan dan karakter, jenis kain ini cukup ā€˜mencolok’.

    Meski sejak dulu jenis kain ini disebut dengan sebutan ā€˜kain satin’, sebenarnya kata ā€˜satin’ sendiri tertuju pada metode pembuatan kain tersebut. Atau bisa juga dinamakan teknik pembuatan kain.

    Untuk lebih mengenal seputar jenis kain populer satu ini, berikut ulasan dari Kainpusat secara lengkapnya.

    Karakteristik Kain Satin

    karakteristik-kain-satin

    Karena karakternya yang kuat, kain ini banyak digunakan dalam membuat beragam bentuk pakaian yang memang sifatnya lebih istimewa dibandingkan pakaian rumah atau sehari-hari.

    Karakter kain satin berupa tampilannya yang mengkilap dan glossy, lalu dari segi tekstur, tekstur permukaannya terasa halus dan lembut. Karena halus dan lembut ini maka bahan terasa ā€˜jatuh’ dan mudah dibentuk, serta dirancang.

    Karakter dari kain satin cukup khas dan berbeda dari jenis kain lainnya. Banyak penggunanya yang mencari tampilan kain glossy yang bisa dengan praktis dijahit, juga bisa dipadu dengan jenis kain lainnya.

    Di dunia fashion Indonesia, kain satin banyak digunakan untuk pelengkap desain pakaian dress dan gaun. Selain itu sebagai pelengkap seragam dan kebaya.

    Pada ragam bahan kain satin tertentu juga digunakan untuk perlengkapan dekorasi.

    Misalnya pada dekorasi pesta pernikahan, Anda pasti tidak asing dengan keberadaan kain satin yang digantung dan menyelimuti dinding-dinding, serta melapisi meja dan bangku-bangkunya, bukan? Kain satin dengan ragam lainnya ada yang umum digunakan sebagai bahan dasar gorden yang mana cenderung lebih kaku.

    Warna dan kenyamanan kain ketika dipakai berbeda-beda. Begitu juga dengan harganya. Sama seperti banyak jenis kain lainnya, terdapat macam-macam kain satin dan tingkat atau kualitas gradenya.

    Sehingga memberi tampilan dan rasa nyaman berbeda-beda dari setiap macam kain satin itu.

    Termasuk pada jenis ragam kain satin dengan motif atau pola tertentu yang mana tentu saja tidak cocok digunakan untuk pakaian sehari-hari.

    Sebab tampilannya akan lebih mewah dan elegan lagi. Serta lebih cocok bila dipadu atau bukan digunakan secara keseluruhan dalam penggunaannya sebagai bahan dasar pakaian.

    Baca juga: Bahan Kain Wolfis

    Proses Pembuatan Kain Satin

    proses-pembuatan-kain-satin

    Proses dalam pembuatan kain satin yang disebut juga dengan Satin Weave, merupakan sebuah metode yang diterapkan oleh para pembuat atau seniman kain ialah menggunakan metode berupa teknik tenun satin.

    Teknik tenun ini akan memberi hasil tampilan kain yang mengkilap dan lembut.

    Proses metode teknik tenun terdiri dari pembentukan dua jalur yang mana saling membentuk silang berlawanan penentuan arah tenun benang.

    Sehingga terciptalah cara tenun kain yang dinamakan warp (benang pakan) and weft (benang lusi). Jalur benang berbentuk lebar untuk mendapatkan pola benang yang lebar pula. Jadi akan bergerak ke dua arah, kanan dan kiri, saat pembuatannya.

    Pada proses penganyaman berbentuk vertikal dari adanya satu jalur dari masing-masing cara tenun warp dan weft dengan gerakan naik turun. Proses seperti ini akan menghasilkan kain jenis tenun satin.

    Untuk membuat tampilannya sesuai dengan karakter satin yang glossy, maka seniman atau pembuatannya merancang proses dengan menggandakan jalur benang. Membuat tampilan bahan kain satin semakin mengkilap.

    Teknologi yang semakin canggih membuat proses pembuatan kain satin sendiri bisa lebih praktis dan beragam teknik.

    Begitu juga dalam pemberian warna dan motif gambar pada permukaan kain satin dengan fungsi yang tidak kalah beragam.

    Manfaat Kain Satin

    manfaat-kain-satin

    Manfaat atau kegunaan dari bahan satu ini di antaranya yang pertama adalah menggantikan peran kain sutera yang harganya lebih mahal.

    Kain ini memang lebih dulu dikenal di Eropa sekitar abad ke-20 setelah mereka mengenal keberadaan kain sutera yang permukaannya halus, lembut, dan sedikit mengkilap. Kain sutera dikenalkan oleh bangsa Tiongkok pada zaman itu.

    Manfaat kedua, menciptakan kesan lebih mewah dan elegan pada pakaian.

    Dibandingkan harga sutera yang tentu tinggi, kain satin menjadi pilihan atau solusi dalam mendapatkan tampilan yang terkesan mewah dan elegan, namun dibarengi harga yang lebih terjangkau. Selain itu kain jenis satin pun lebih lembut dan licin di kulit.

    Berikutnya, manfaat ketiga ialah kain satin memiliki banyak pilihan variasi warna yang bisa dijadikan alternatif dalam penggunaannya.

    Sehingga para pengguna dan perancang pakaian bisa lebih banyak berimprovisasi dalam menciptakan pakaian menggunakan bahan dasar maupun bahan tambahan satin.

    Kain satin juga bisa diandalkan sebagai perlengkapan dekorasi dengan budget terjangkau.

    Bukan hanya harganya yang cenderung terjangkau, kain tenun satin ini juga rata-rata memiliki kualitas cukup baik dan awet digunakan untuk jangka waktu lama. Mudah dibersihkan dan dibentuk.


    Baca Juga: Bahan Crepe


    Kelebihan Kain Satin

    kelebihan-kain-satin

    Apa saja kelebihan satin dibandingkan jenis kain lainnya? Utamanya berupa kesan dan tampilan yang diberikan dari kain tersebut.

    Seperti yang sudah dijelaskan, tampilan kain ini memang sangat khas dan ā€˜mencolok’ dibandingkan jenis lainnya yang serupa.

    Jadi kelebihannya dengan memberi tampilan mengkilap dengan kesan mewah, juga elegan.

    Hal ini membuat tampilan penggunaannya bisa dibuat lebih simple tanpa mengurangi kesan istimewa yang melekat. Begitu juga dengan meminimalisir penggunaan aksesoris dan perlengkapan fashion tambahan lainnya.

    Contohnya pada gaun berbahan dasar satin yang semua bagiannya menggunakan kain tenun satin. Sudah memberi tampilan istimewa tanpa harus menambah aksesoris berlebihan.

    Kelebihan lainnya ialah kain satin mudah dibentuk dan termasuk kain yang fleksibel. Maksudnya, kain ini mudah dibuat menjadi beragam bentuk pakaian dan bisa mengikuti bentuk tubuh.

    Tetapi memang harus berhati-hati ketika menjahitnya karena serat yang halus.

    Kemudian, kain jenis tenun satin diproduksi dengan berbagai macam warna yang akan membuat pengguna atau pun para perancang lebih bisa mengekspresikan desain model pakaian. Sehingga tidak lekang oleh zaman.

    Ada ragam kain satin tertentu yang memang lebih mewah lagi karena terdapat desain motif dan pola timbul.

    Bisa memberi kesan lebih berbeda dan lebih istimewa lagi. Apalagi bila Anda ingin tampilan pakaian yang terkesan bervariasi, namun tetap ingin gunakan bahan dasar kain satin.

    Kekurangan Kain Satin

    kekurangan-kain-satin

    Bahan kain satin memiliki kekurangan dalam beberapa bagian. Pertama, karena sertanya halus, bahan ini rentan dan rawan rusak bila salah dalam penggunaannya, khususnya dalam proses jahit, juga perancangan.

    Memang idealnya untuk mengurangi risiko kerusakan ketika dijahit, lebih baik dilapisi puring atau kain tipis dalam.

    Kekurangan kedua adalah kain ini tidak bisa dicuci menggunakan mesin cuci.

    Bukan hanya karena rentan rusak, permukaan kainnya pun bisa saja menjadi mudah berbulu. Maka perlahan pakaian berbahan dasar kain satin akan cepat rusak dan terasa tidak awet.

    Begitu pun dalam proses setrika atau merapikan pakaian ini. Harus bisa merapikan sesuai modelnya. Agar nantinya ketika pakaian digunakan bentuknya sesuai.

    Kain ini juga tidak kuat suhu setrika terlalu panas. Karena akan menempel dan bolong.

    Kekurangan terakhir, sifatnya yang mengkilap dan memberi kesan mewah, membuat aplikasi kain ini untuk dipadu dengan kain lainnya agak sulit bila tidak pas.

    Karena akan berisiko memberi tampilan ā€˜tidak match’ dan malah memberi kesan berlebihan.

    Kain ini juga lebih sulit divariasikan atau dipadu dengan jenis kain lainnya.

    Kesan berbeda cukup jauh dan akan terlihat secara langsung. Pengaplikasiannya harus berhati-hati dan menggunakan strategi yang pas.

    Macam Macam Kain Satin

    macam-macam-kain-satin

    Berikut beragam macam kain satin yang ada di pasaran:

    1. Kain Satin Velvet

    Ragam macam kain satin velvet dibuat dengan bahan polyester. Mungkin Anda sudah sering melihatnya karena satin velvet sering digunakan sebagai bahan pembuatan hijab/ jilbab. Karakternya halus dan lembut pada bagian permukaan.

    Ketebalannya cukup tebal membuat tampilannya jatuh. Bentuknya tidak mudah berubah. Ketiga digunakan tidak terlalu panas. Tidak heran bila dipilih menjadi bahan membuat jilbab. Ditambah warna yang diaplikasikan bisa beragam.

    2. Kain Satin Silk (Sutra)

    Sama-sama banyak dipilih menjadi bahan membuat hijab/jilbab, ragam kain satin silk atau sutera dinilai sangat lembut, halus, serta adem ketika digunakan.

    Dibuat dari bahan utama sutera, kain satin ini lebih jatuh dan mudah dibentuk. Permukaannya pun lebih halus ketika tersentuh kulit.

    Kekurangan dari ragam kain tenun satin silk ini adalah keterbatasan variasi warna.

    Oleh karena para pembuat dan mereka memproduksinya tidak bisa menyajikan satin silk dengan banyak warna. Mereka berusaha pertahankan kualitas yang mana gunakan sutera sebagai bahan utamanya.

    3. Kain Satin Kahatex

    Penggunaan kain jenis satin juga umum pada perlengkapan keseharian lain.

    Jadi bukan hanya untuk pakaian atau dalam bidang fashion saja. Misalnya untuk gorden atau perlengkapan dekorasi lainnya.

    Satu ragam kain satin yang banyak digunakan dalam kebutuhan dekorasi ialah satin kahatex.

    Karakter kain ini cenderung lebih tebal dan lebih keras dari ragam satin sebelumnya. Sedikit kaku dan cukup mudah dibentuk. Satin kahatex agak panas bila digunakan sebagai perlengkapan fashion.

    4. Kain Satin Clarissa

    Ragam bahan kain satin selanjutnya ada kain satin clasrisssa. Kain satin satu ini mudah ditemui dalam dekorasi acara-acara seperti acara pesta pernikahan.

    Ya, satin clarissa adalah ragam satin yang umumnya digunakan dalam dekorasi gorden atau kain pelapis sisi venue untuk memperindah dekorasi, serta menyempurnakan dekorasi.

    Ketebalannya cukup tipis dan sifatnya sedikit jatuh. Satin ini juga terkadang menjadi pelengkap fashion seperti bahan utama dalam rok.

    5. Kain Satin Bridal

    Kain satin satu ini memiliki sebutan lain yaitu satin duchesse yang mana berarti ā€˜bangsawan’.

    Sesuai dengan sebutannya, ragam kain ini memiliki kualitas baik dan sering digunakan sebagai bahan dasar gaun atau pakaian mewah lainnya.

    Tampilan satin bridal akan memberi kesan elegan jadi cocok sekali digunakan sebagai bahan pakaian acara-acara formal.

    Termasuk sebagai pelengkap fashion bentuk gaun dalam acara pernikahan. Atau juga dipilih sebagai bahan utama gaun pernikahan.

    6. Kain Satin Faconne

    Terdapat kain satin berkualitas lebih tinggi lagi dari satin bridal yaitu satin faconne atau disebut juga dengan satin jackquard. Kain tenun satin faconne memiliki karakter lebih halus lagi.

    Ciri khasnya ada pada motif yang akan terlihat ketikan kain tersorot oleh cahaya.

    Motif tersebut bisa berupa garis-garis, desain pasiley, dan banyak lagi.

    Sebab karakter dan tampilannya yang cukup berbeda, berat kain ini juga agak berbeda. Satin faconne akan terasa lebih berat. Jadi cocok menjadi bahan utama pakaian.

    7. Kain Satin Slipper

    Pernah melihat sepatu para penari balet? Tampilannya juga mengkilap dan terbuat dari kain, bukan? Nah, sepatu balet itu juga umumnya terbuat dari kain satin.

    Kain satin yang digunakan berupa satin slipper, karakter kain ini lebih keras dan kuat.

    Satin slipper sering digunakan pula sebagai bahan sepatu anak-anak yang membutuhkan bahas sepatu lembut dan meminimalisir timbulnya lecet atau rasa kurang nyaman bagi anak-anak.

    Ada juga sepatu orang dewasa yang menggunakan kain ini sebagai bahan dasar, walau dari segi proteksi, tidak begitu baik.

    Kelebihan satin slipper adalah bisa dicelupkan dalam air dan mudah dibersihkan bila terkena noda. Seperti sepatu pada umumnya.

    8. Kain Satin Delustered

    Bila Anda ingin atau membutuhkan kain satin yang bisa, serta cocok digunakan menjadi pakaian sehari-hari, ragam satin delustered menjadi pilihan tepat.

    Karakter satin satu ini ringan dan mengkilap pada kedua sisinya. Seperti yang sudah dijelaskan, umumnya kain satin memiliki dua sisi berbeda yang mana sisi satu lebih mengkilap, dan sisi satu lagi sedikit kasar.

    Tetapi berbeda dengan ragam satin dulestered, maka kain ini sering disebut kain dengan sifat peau de soie.

    Kainnya pun halus dan nyaman ketika digunakan untuk melakukan kegiatan sehati-hari.

    Banyak penggunaannya, khusus di Indonesia, menyebut ragam kain satin sebagai satin sutera walau tentu berbeda dengan ragam kain silk (sutera).

    9. Kain Satin Cloth

    Selanjutnya, bahan kain satin bernama satin cloth. Ragam satin ini terbuat dari bahan utama wool. Sehingga dari segi harga memang lebih tinggi.

    Karena biasanya benang wool yang digunakan dalam produksi satin cloth diimport dari luar negeri, salah satunya dari Perancis.

    Bahkan bisa digolongkan sebagai satin termahal. Dalam proses tenun satin yang diterapkan, berbeda dengan proses tenun satin benang sutera atau jenis benang lainnya.

    Karena membutuhkan proses yang lebih berhati-hati dan menggunakan teknik khusus.

    Kelebihannya mungkin bisa dibayangkan bahwa harga tidak berbohong.

    Kualitasnya sangat baik dan kilapan kain yang ditampilkan lebih mewah, tetapi tetap terkesan lebih lembut.

    Satin ini juga lebih awet saat digunakan jangka waktu lama. Asalkan dirawat atau digunakan secara tepat.

    10. Kain Satin Roberto Cavalli

    Ragam kain satin kesepuluh ada satin Roberto Cavalli. Benar, nama satin ini dipengaruhi oleh seorang fashion designer ternama, Roberto Cavalli. Cavalli sudah dikenal dengan beragam produk fashionnya.

    Satin ini juga sering digunakan olehnya dalam pembuatan pakaian desain Cavalli.

    Karakter satin ini berupa lebih mudah menyerap keringat sehingga sangat cocok dijadikan pakaian sehari-hari, khususnya untuk pakaian tidur seperti piyama.

    Kemudian memiliki permukaan yang halus. Ketebalannya sedang, tidak tebal, tetapi tidak tipis pula. Mudah dibentuk. Dari segi tampilan memang tidak terlalu mengkilap.

    11. Kain Satin Damask

    Satin damask merupakan ragam satin yang tergolong berdesain cukup rumit.

    Terdapat pola dan motif yang diproses dengan cara yang juga sama-sama rumit, menggunakan teknik khusus, serta berbeda dari teknik satin umum.

    Biasanya motif dan polanya sedikit timbul yang mana motif atau pola tersebut berbahan lain.

    Contohnya beludru dengan bahan dasar satin. Tampilan kain ini berbeda dan tentu lebih istimewa. Namun tetap saja kebutuhan penggunaan kain satin beragam dan tergantung pada penggunaannya.

    12. Kain Satin Sateen

    Sekilas ketika menyebutkan namanya atau mendengarnya, ragam satin satu ini terasa sama dan membingungkan.

    Tetapi sebenarnya ragam satin sateen berbeda dengan ragam satin pada umumnya. Bahkan satin sateen memiliki tampilan lebih beragam dan bervariasi lagi.

    Perbedaan Kain Satin dan Kain Sateen

    perbedaan-kain-satin-dan-kain-sateen

    Berhubungan dengan ragam satin di atas yang disebut dengan ā€˜sateen’, pasti ada dari Anda yang bertanya-tanya, apa perbedaan antara kain satin biasa dengan kain sateen.

    Perbedaan utamanya terletak pada proses pembuatan antara kedua kain tersebut.

    Jika kain satin biasa diproduksi dengan proses tenun dengan menyilangkan dua jalur benang bergerak ke kanan dan kiri, lalu menghasilkan gerakan vertikal yang mana memperjelas tampilan glossy, kain sateen menggunakan proses tenun dengan metode yang berbeda.

    Kain sateen diproduksi dengan metode tenun benang pinta. Metode ini berupa struktur turunan daru metode tenun satin biasa. Terdapat juga proses finishing tambahan yang membuat tampilannya jauh lebih glossy lagi dibanding satin biasa.

    Karakter kain sateen halus dan mudah menyerap keringat. Aplikasi warna pada kain sateen lebih kuat, membuatnya lebih awet ketika digunakan dalam jangka waktu lama.

    Salah satu penggunaan kain sateen ialah dalam pembuatan bahan sprei. Kain sateen bisa dibuat dengan beragam motif. Ketika bersentuhan dengan kulit, kain sateen terasa halus dan lembut.

    Pada zaman yang serba canggih seperti saat ini, penerapan penggunaan kain sateen jauh lebih bervariasi dan bisa diakali. Misalnya penggambungan jenis kain lain yang dicampur dengan kain sateen kemudian diproduksi dengan motif serta pola yang serupa.

    Di mana menggabungkan dua macam kualitas kain yang nantinya membuat harga jual produk terasa lebih terjangkau.

    Bahan kain satin juga sebenarnya hampir sama saja.

    Tetapi karena pada ragam tertentu terdapat keterbatasan, seperti keterbatasan warna, lalu perbedaan karakter yang cukup besar, membuat kain satin biasa perlu dibuat dengan strategi khusus ketika ingin digabung dengan jenis kain lainnya.


    Baca Juga: Bahan Fleece


    Harga Kain Satin

    harga-kain-satin

    Membicarakan harga tentu saja akan sangat beragam dan bermacam-macam. Tergantung pada daerah masing-masing, juga tergantung ragam kain satin itu sendiri.

    Tidak hanya itu, tetapi tergantung pula pada kualitas atau quality grade-nya. Kain satin dengan kualitas premium misalnya. Atau kain satin import.

    Belum lagi saat ini sedang sangat populer kain satin hasil print dengan desain yang bisa ditentukan sendiri.

    Kisaran harga kain satin polos mulai dariĀ  25 ribu, hingga 50 ribu per-meternya. Akan lebih murah bila membeli dalam harga pembelian jumlah banyak atau gulungan.

    Sementara untuk kain satin yang diprint dengan menyesuaikan kebutuhan, customize, harganya juga berbeda-beda tergantung pada kualitasnya dan desain warnanya.

    Contohnya, kain satin print untuk jilbab berukuran 115cm x 115cm, umunya dibandrol dengan harga 120-200 ribu.

    Penggunaan kain satin pada setiap ragam dan bentuknya tidak harus terpatok dalam desain pakaian, perlengkapan fashion, perlengkapan sehari-hari lain, atau pun untuk perlengkapan dekorasi.

    Kain ini bisa menjadi alternatif untuk memberi efek mengkilap dalam berbagai bentuk.

    Informasi seputar bahan kain satin di atas bisa menjadi referensi Anda dalam mencari bahan kain tenun satin yang paling pas, juga sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa padukan kain glossy ini dengan jenis kain lain yang pas untuk sempurnakan tampilannya.

  • Bahan Rayon

    Hai.. Pasti anda yang bekunjung ke halaman ini untuk mendapatkan detail info tentang bahan rayon kan hehe kali ini kainpusat.com bakal jelasi informasi detail dari bayan rayon lohhh yuk simak penjelasannya.

    Mengenal Bahan Rayon

    Kenali bahan rayon

    Salah satu kain yang sering dinamai sebagai kain ajaib dan serbaguna adalah bahan rayon. Hal ini disebabkan karena kain mampu meniru kain lain. Maksudnya adalah, kain ini bisa memiliki karakteristik yang dimiliki oleh kain manapun. Rayon bisa menyerupai katun, wol bahkan sutra.

    Selain itu, rayon juga cocok digunakan sebagai bahan pembuatan hampir segala jenis pakaian. Namun demikian, karena keluwesannya tersebut, terkadang membuat perawatan tiap jenis rayon harus spesifik dan tidak bisa digeneralisasi.

    Pengertian Bahan Rayon

    Jika boleh dibilang, rayon merupakan kain yang memiliki sifat dualisme. Kain ini bisa dibuat secara manual namun juga bisa dihasilkan dengan alami. Bahan pembuatan kain rayon adalah serat selulosa. Serat ini diambil dari pulp kayu dan kemudian mengalami proses pemurnian. Namun, untuk bisa mendapatkan hasil akhir, dalam prosesnya juga dibutuhkan sentuhan bahan kimia.

    Karena pencampuran inilah maka kain rayon disebut sebagai kain setengah alami setengah buatan, atau disebut juga dengan kain semi sintetis. Ada banyak jenis rayon yang beredar di pasaran, namun secara garis besar terdapat tiga jenis rayon.

    Rayon yang paling terkenal adalah rayon viscose atau viskosa. Rayon ini yang dianggap paling mirip dengan bahan katun. Kemudian ada juga kain rayon modal dan juga lyocell.

    Sejarah Bahan Rayon

    sejarah bahan rayon

    Pemrakarsa pembuatan kain rayon adalah dua orang berkewarganegaraan Perancis yaitu Louis Pasteur dan Cout Hilaire de Chardonnet. Hal ini diawali ketika terjadi serangan penyakit pada ulat sutera pada tahun 1860. Padahal pada saat itu kain sutra merupakan bahan pembuatan pakaian yang paling populer.

    Maka dari itulah kedua orang tersebut berusaha membuat kain yang bisa digunakan sebagai pengganti sutra atau sutra buatan. Usaha tersebut membuahkan hasil, sebab pada tahun 1885 hsil penemuan berupa serat dari pulp kayu berhasil mereka patenkan.

    Penamaan rayon sendiri dilakukan oleh instansi bernama Federal Trade Commission (FTC) pada tahun 1925. Bahkan pada tahun tersebut, rayon sudah berkembang menjadi sebuah industri. Pada tahun yang sama pula, instansi tersebut membagi rayon menjadi dua golongan.

    Golongan pertama adalah rayon itu sendiri yang dibuat berdasarkan serat selulosa yang masih alami, sedangkan golongan kedua adalah asetat yang terbuat dari senyawa selulosa. Rayon alami inilah yang dikenal sebagai rayon viskosa hingga sekarang ini.

    Namun karena serat alami dari rayon viskosa cukup rapuh jika dibandingkan dengan jenis kain lain, maka kain rayon ini lebih banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat perlengkapan rumah tangga. Hingga akhirnya terciptalah inovasi rayon baru pada tahun 1955, yang lebih kuat seratnya.

    Kain yang lebih kuat ini juga disebut dengan nama HWM atau High Wet Modulus yang bisa digunakan juga untuk bahan pakaian jadi. Produk inilah yang kemudian bertahan hingga sekarang.

    Baca Juga : Bahan Crepe

    Proses Pembuatan Kain Rayon Viskosa

    Kain viskosa terbuat dari serat selulosa kayu seperti beech, pinus, hemlock, eucalyptus, bambu, tebu dan masih banyak lagi. Kelebihan dari rayon jenis ini adalah terlihat seperti sutra dan terasa seperti katun. Maka dari itulah jenis rayon ini adalah yang paling populer.

    Proses pembuatan kain viskosa mencakup beberapa langkah sebagai berikut :

    • Kayu yang sudah dipotong dilarutkan di dalam bahan kimia. Bahan yang digunakan adalah NaOH adalah Sodium hydroxide atau Natrium hidroksida. Bahan kimia inilah yang nantinya akan mempengaruhi warna bubur kayu menjadi kecoklatan.
    • Pulp atau bubur kayu yang sudah mengalami proses pertama akan dilarutkan kembali ke dalam larutan soda kaustik. Tahap ini bertujuan sebagai penghilang kotoran, sehingga kain yang akan dihasilkan bisa bersih. Larutan bubur kayu yang direndam akan berubah menjadi larutan alkali.
    • Tahap selanjutnya adalah memasukkan larutan alkali ke dalam mesin rol. Nantinya larutan akan ditekan sehingga cairan berlebih yang ada di dalam larutan akan berkurang sehingga hanya menyisakan sisa berupa bubur padat yang akan dibuat lembaran.
    • Lembaran yang sudah jadi kemudian akan diarahkan menuju mesin pengiris yang akan membaginya menjadi remahan.
    • Selanjutnya remahan ini akan diproses menggunakan CS2 atau yang juga dikenal dengan nama karbon disulfida.
    • Hasil dari pengolahan dengan karbon disulfida adalah larutan yang kental. Proses inilah yang disebut dengan viskosa sehingga nama dari kain hasil akhirnya pun diambil dari proses ini.
    • Tahap selanjutnya adalah penyaringan larutan kental
    • Setelah selesai disaring, maka gas dan gelembung udara yang masih ada di dalam larutan akan dikeluarkan atau dihilangkan dengan tahap degassing. Proses ini penting agar serat menjadi lebih solid dan tidak mudah sobek.
    • Kemudian, larutan yang sudah mengalami proses degassing akan dipintal menggunakan mesin dan menghasilkan benang tipis yang disebut filamen.
    • Filamen inilah yang kemudian akan dipintal kembali dengan mesin sehingga menjadi benang dan dirajut untuk bisa membentuk lembaran kain.

    Kegunaan Kain Viskosa

    1. Bahan Pembuat Pakaian

    Jika Anda menginginkan pakaian yang mirip dengan sutra namun berharga terjangkau, maka bahan rayon adalah jawabannya. Tekstur rayon yang mirip dengan sutra membuat pakaian dengan bahan ini akan nampak berkelas dan mewah.

    Selain sutra, rayon juga ada yang memiliki tekstur mirip dengan kain beludru sehingga sangat sesuai untuk pakaian formal maupun non-formal. Contoh pakaian yang cocok menggunakan bahan rayon adalah blouse, kaos, maupun busana kasual lainnya seperti midi-dress.

    Kelebihan rayon viskosa adalah daya serapnya yang tinggi. Hal ini membuat rayon jenis ini sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakaian untuk aktivitas yang aktif, seperti untuk pakaian luar ruangan.

    2. Tirai Jendela

    Selain sebagai pakaian, rayon juga cocok dijadikan sebagai bahan baku pembuatan tirai. Dengan tampilannya yang mirip dengan sutra alias tampak mengkilap, maka akan membuat kesan ruangan di rumah Anda menjadi lebih klasik dan mewah.

    3. Kasur Tahan Api

    Rayon viskosa yang terlihat lembut dan rapuh ternyata bisa menjadi super ketika dicampur dengan silika. Campuran ini dapat menjadi bahan pembuatan mattress flame retardants atau kasur tahan api. Rayon inilah yang akan menjadi pelapis silika sehingga tidak akan membahayakan kulit.

    Pada suhu tinggi campuran silika dan viskosa akan menjadikan keduanya bercampur membentuk layaknya manik-manik. Bentuk inilah yang dapat menghalangi api merambat dengan cepat.

    4. Lapisan Pelindung Kasur

    Ketika digabungkan dengan katun dan polyester, maka rayon akan mengalami peningkatan kemampuan dalam hal penyerapan air. Kemampuan inilah yang membuat bahan ini sangat cocok ketika dijadikan sebagai bahan pelindung kasur, sehingga air tidak akan langsung mengenai kasur.

    5. Kertas Kaca

    Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa lembaran yang tembus pandang yang sering dipakai sebagai pengemas makanan memiliki bahan yang sama dengan rayon. Bahan ini dipilih karena bahan ini cukup tahan terhadap udara, air dan juga bakteri.

    Baca Juga : Bahan Fleece

    Jenis Kain Rayon

    Jenis bahan rayon

    1. Rayon Spandeks

    Di antara semua rayon, jenis rayon spandek ini termasuk yang paling bagus. Kelebihan dari rayon jenis ini adalah fleksibilitas kain. Selain itu, kain ini juga halus dan dingin sehingga nyaman ketika dipakai. Warna yang dihasilkan oleh rayon spandek juga bermacam-macam serta memiliki kesan terang. Maka dari itu, rayon spandeks kerap digunakan untuk membuat T-shirt, fitness outfit hingga jilbab.

    2. Rayon Jersey

    Serat dari benang rayon jersey cukup menarik, sebab terdapat setidaknya tiga jenis bahan yang digunakan di dalamnya. Ketiga bahan tersebut adalah katun, wol dan kain sintetis. Bisa dibilang bahwa jenis rayon ini adalah perpaduan antara rayon dengan jersey. Jenis dari rayon jersey yang beredar di pasaran bisa dibedakan melalui perbandingan campuran serat benang yang dipakai.

    3. Rayon Polyester (PE)

    Berbeda dengan spandek, jenis rayon polyester lebih kasar dan kaku. Hal ini dikarenakan adanya perpaduan antara rayon dan polyester yang membuat tekstur kain juga mudah sobek ketika digunakan. Semakin banyak campuran polyester di dalam kain rayon, maka kain akan semakin kaku namun rapuh. Maka dari itulah harga kain rayon jenis ini juga menjadi murah.

    4. Rayon Crinkle

    Jenis ini merupakan jenis yang paling unik di antara ketiga jenis lainnya. Hal ini disebabkan tekstur kain rayon crinkle yang bergelombang. Walaupun hampir terlihat seperti kain kusut, namun kain jenis ini tetap terasa halus. Teksturnya juga ringan dan adem ketika digunakan.

    Baca Juga : Bahan Nylon

    Karakteristik Katun Rayon

    1. Teksturnya kokoh dan tidak gampang kusut
    2. Nampak glossy seperti sutra
    3. Tidak cukup elastis
    4. Memiliki tingkat penyerapan yang tinggi
    5. Mudah melakukan pewarnaan di atas kain ini
    6. Teraba halus dan lembut serta licin

    Kelebihan Kain Katun Rayon

    kelebihan dan kekurangan bahan rayon

    1. Bahan Ringan

    Jenis kain ini memang ringan sehingga banyak digunakan oleh produsen pakaian sebagai bahan dasar produk mereka. Bahkan mukenah bahan rayon juga merupakan produk yang populer. Karena teksturnya yang inilah maka bahan rayon sering digunakan sebagai pakaian sehari-hari.

    2. Murah Namun Mewah

    Jika dilihat sekilas, pakaian dengan bahan ini akan disangka sebagai bahan sutra. Sebab pada awalnya memang produk ini dibuat sebagai pengganti bahan sutra yang asli. Walau nampak seperti sutra, namun harga dari bahan ini terbilang murah.

    3. Pori-pori Terbuka

    Kain ini memang breathable, dengan kata lain pori-pori kain yang terbuka membuat pemakainya tidak akan kegerahan karena udara dapat bersirkulasi dengan baik. Hal ini pulalah yang membuat bahan rayon menjadi primadona di tempat yang cuacanya panas.

    4. Mudah Dikombinasikan

    Kelebihan dari bahan rayon adalah bahan ini sangat mudah ketika akan digabungkan dengan bahan lainnya. Tak heran maka muncul jenis bahan rayon spandek, rayon jersey dan sebagainya. Percampuran ini juga membuat variasi pilihan kain yang lebih beragam.

    5. Mudah Diwarnai

    Produsen pakaian memang lebih banyak menggunakan bahan ini karena mudah diwarnai. Hal ini membuat bahan kain rayon bisa lebih banyak menghasilkan warna-warna cerah yang menawan. Semakin banyak warna yang bisa dihasilkan, maka permintaan pun akan semakin meningkat.

    Baca Juga : Bahan Linen

    Kekurangan Bahan Kaos Rayon

    1. Mudah Berbau

    Kemampuan rayon dalam menyerap kelembaban memang sangat bagus. Namun karena hal ini pulalah kain dengan jenis rayon menjadi mudah sekali berbau. Jika dibiarkan terlalu lama dan tidak segera dicuci, bau kain ini juga akan semakin membandel.

    2. Mudah Menyusut

    Karena dibuat dari serat tumbuhan, maka produk ini memang cukup sensitif. Terlebih jika ANda mencuci pakaian maupun produk tekstil dengan bahan rayon menggunakan metode dry clean, maka bahan ini akan mudah mengalami penyusutan.

    3. Mudah Terbakar

    Kain jenis rayon juga merupakan kain yang tidak tahan terhadap panas, baik itu dari setrika maupun sinar matahari. Jika terlalu panas, maka kain ini akan mudah sekali meninggalkan bekas.

    4. Mudah Luntur

    Walaupun mudah diwarnai, namun bahan ini juga mudah sekali luntur, sehingga tidak bisa dicuci bersama dengan jenis pakaian lainnya. Selain itu, jika terlalu sering terkena paparan sinar matahari pun bahan ini juga akan mudah kehilangan keindahan warnanya.

    Baca Juga :Ā  Bahan Maxmara

    Cara Merawat Bahan Katun Rayon

    merawat bahan rayon

    1. Pencucian Yang Tepat

    Soal mencuci jenis rayon memang cukup rumit. Bukan karena bahannya yang tidak mudah dibersihkan, namun karena ada banyak bahan yang sering dikombinasikan dengan rayon. Hal inilah yang membuat bahan ini menjadi spesial.

    Sebelum mencuci, Anda harus mengetahui komposisi dari rayon yang Anda gunakan. Rayon jersey masih cukup aman jika dicuci menggunakan mesin, namun tidak demikian dengan rayon spandeks. Maka dari itu, untuk amannya, lebih baik jika mencuci bahan dari rayon menggunakan tangan. Jika pun harus menggunakan mesin, maka pastikan menyetelnya ke mode paling lembut.

    2. Proses Perendaman

    Jika pakaian maupun bahan lain yang menggunakan rayon terlihat sangat kotor, maka untuk memudahkan proses pencucian bisa dilakukan perendaman terlebih dahulu. Namun air yang digunakan untuk merendam haruslah air dingin.

    Hal ini dikarenakan air panas bisa merusak serat kain dan membuatnya mudah rapuh. Air rendaman yang digunakan sebaiknya adalah campuran air dengan deterjen yang tidak terlalu kuat. Waktu perendaman yang disarankan adalah sekitar 20 menit.

    3. Jangan Disikat

    Karena bahan rayon sangat halus dan lembut, maka penggunaan sikat tidak disarankan. Jika ada noda membandel, memang lebih baik dilakukan perendaman terlebih dahulu sebelum kemudian dikucek menggunakan tangan.

    4. Hindari Pemutih

    Jika pakaian Anda terbuat dari rayon, terlebih bahan rayon premium, maka menggunakan cairan pemutih adalah cara yang harus dihindari. Untuk mengakalinya, Anda bisa menggunakan campuran air yang dicampur baking soda dan sedikit lemon. Namun demikian jangan pula sering-sering menggunakannya agar serat kain tetap awet dan tahan lama.

    5. Keringkan Manual

    Ketika selesai mencuci, maka ada baiknya untuk diperas dengan tangan dan langsung dijemur saja. Penggunaan pengering hanya akan membuat kain cepat sekali susut sehingga akan berkurang keindahan dan kenyamanannya.

    Untuk penjemuran juga lebih baik di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Sebab selain cepat pudar, rayon yang terpapar sinar matahari langsung dalam waktu yang lama juga akan lebih mudah rapuh.

    6. Bersihkan Noda Seketika

    Ketika pakaian rayon Anda terkena noda, maka ada baiknya untuk segera membersihkannya. Anda bisa membasahi bagian yang terkena noda dengan air dan menguceknya perlahan kemudian angin-anginkan agar kering.

    Hal ini dikarenakan rayon sangat mudah menyerap air atau noda, sehingga jika terlalu lama dibiarkan maka noda tersebut akan semakin sulit dihilangkan.

    7. Setrika Temperatur Rendah

    Semua bahan kain rayon, termasuk bahan rayon janger, memang rentan terhadap panas. Maka dari itu hindari pemakaian setrika yang terlalu panas. Jika perlu, gunakan pelapis seperti kertas kaca atau kertas tipis lainnya sebagai penghalang panas setrika agar tidak langsung terkena pakaian.

    Bahan rayon merupakan bahan kain yang bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin mendapatkan tampilan sutra dengan harga katun. Selain perawatannya yang mudah, kain rayon juga gampang ditemukan di pasaran dalam berbagai jenis.

  • Bahan Kain Drill

    Seperti halnya produk lain, tiap jenis kain memiliki karakteristik khas tersendiri, tak terkecuali dengan halnya kain drill.

    Bahan kain drill dikenal memiliki ketebalan yang lebih baik dibanding jenis kain yang lainnya.

    Lantas, apa pengaruhnya pada kualitas kain ini? Apakah bahan yang cenderung lebih tebal mengindikasikan harga dan kualitas yang lebih tinggi? Untuk mengetahui jenis kain drill ini, silahkan simak penjelasan berikut dari Kainpusat.com.

    Mengenal Bahan Kain Drill

    mengenal-bahan-kain-drill

    Kain drill merupakan salah satu jenis kain yang banyak diproduksi berbagai macam konveksi. Kain jenis ini cenderung terlihat memiliki tekstur tersendiri.

    Kain drill biasa dijumpai dengan tekstur miring alias diagonal dengan pintalan dan jalinan yang kokoh. Biasanya kain jenis ini diolah dari material katun, namun beberapa diantaranya terbuat dari polyester.

    Kain drill sendiri terbagi menjadi beberapa jenis dengan karakteristik dan tujuan fungsi yang berbeda.

    Beberapa jenis kain ini biasa digunakan sebagai bahan pembuatan pakaian, seperti kemeja, blus, jaket safari, dan lain sebagainya.

    Untuk kain drill yang lebih tebal biasanya digunakan dalam pembuatan korset ataupun seragam lapangan.

    Baca juga: Bahan Kain Wolfis

    Karakteristik Kain Drill

    karakteristik-kain-drill

    Dari penjelasan singkat di atas, tentu dapat ditarik kesimpulan beberapa karakteristik kain drill secara umum. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut;

    1. Cenderung tebal namun tetap terasa ringan dengan tingkat ketebalan yang dimiliki berbeda-beda. Ketebalan kain drill berbeda menurut jenis dan grade yang dimilikinya, Anda dapat memilih kain yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
    2. Kebanyakan berwarna khaki atau warna yang menyerupai debu. Meski begitu, ada beberapa jenis kain drill yang memiliki pilihan warna lebih variatif jika Anda bosan dengan ragam warna yang itu-itu saja.
    3. Memiliki tekstur khas berupa pintalan dalam alur miring/ diagonal. Adanya alur miring ini semakin membuat pintalan kuat dan tak mudah lepas. Anda tak perlu khawatir karena adanya alur ini memberikan tekstur dan karakteristik unik tersendiri yang tak dimiliki jenis kain lain.
    4. Bagian dalam dan luar kain umumnya berbeda sehingga mudah dikenali. Anda bahkan bisa membedakannya secara kasat mata dengan melihat perbedaan gradasi warna pada kain. Lebih lanjut, perbedaan akan makin telihat ketika Anda menyentuh kain tersebut. Permukaan luar biasanya lebih halus dengan tekstur khas drill.
    5. Meski tebal dan bertekstur diagonal, permukaan kain terasa lembut dan nyaman. Inilah yang membuat banyak orang memburunya. Meski tebal dan bertekstur, kain ini dikenal nyaman digunakan, bahkan untuk negara beriklim tropis seperti Indonesia.
    6. Pintalan kain sangat kuat. Anda tak perlu ragu soal kualitas dan kekuatan pintalan kain drill. Kain ini telah terbukti terkuat di kelasnya, sehingga tak mudah robek sekalipun tergores benda tajam.
    7. Kain tidak mudah kusut sehingga memudahkan Anda dalam menyetrika. Dengan menggunakan pakaian berbahan kain drill, Anda akan terbebas dari kusut yang merusak mood ketika menyetrika. Sifat kain yang tak mudah kusut tentu akan menguntungkan Anda dan mempercepat proses penyetrikaan.

    Baca juga: Bahan Kain Rajut


    Jenis Bahan Kain Drill

    jenis-bahan-kain-drill

    Seperti jenis kain lainnya, kain drill memiliki berbagai jenis dan variasi yang berbeda.

    Hal ini sangat menguntungkan Anda sebagai konsumen karena bisa memilih jenis yang sesuai dengan selera dan kebutuhan yang ada.

    Beberapa jenis kain drill yang tersebar di pasaran Indonesia adalah sebagai berikut.

    1. Twist Drill atau Twill Drill

    Jenis kain ini merupakan yang paling banyak dikenal masyarakat. Bahkan, beberapa kalangan kerap menganggap kain drill hanyalah memiliki satu jenis variasi yakni twill drill ini.

    Kain ini memiliki keunggulan tersendiri, yakni memiliki sifat water repellent alias tahan air serta memiliki serat yang kecil. Tak heran jika twist drill sering digunakan dalam pembuatan jaket almamater, dilengkapi dengan zipper.

    2. American Drill

    Bahan kain drill jenis american drill tergolong memiliki ukuran serat sedang, lebih besar jika dibandingkan twist drill. Meski begitu, kain ini tetap terasa lembut.

    American drill terbagi menjadi dua kelompok berdasarkan material bahan bakunya, yakni katun dan polyester. Kain ini cukup banyak digunakan untuk pembuatan jas almamater.

    3. Japan Drill

    Dibandingkan dua pendahulunya, karakteristik japan drill memiliki serat yang lebih besar. Hal tersebut semakin membuat japan drill kuat dan kokoh, meski berdampak pada ketebalan kain yang lebih tinggi dibanding jenis lain.

    Namun, Anda tak perlu khawatir karena drill jenis ini tetap nyaman dan adem dipakai. Japan drill umumnya memiliki komposisi katun yang lebih banyak di dalamnya sehingga cenderung mahal.

    4. Hisofy Drill

    Setingkat di atas Japan drill,Anda akan mendapati jenis hisofy drill sebagai pilihan terbaik. Tekstur yang dimiliki kedua jenis drill ini sebenarnya hampir sama.

    Hanya saja hisofy drill memiliki karakteristik kain yang lebih lemas dan sangat lembut. Dengan demikian, kain ini sangat nyaman dan sejuk ketika dipakai, sekaligus kuat. Kain jenis ini cocok untuk Anda yang hidup di daerah beriklim tropis maupun panas.

    5. Castilo Drill

    Bagi Anda yang memiliki budget tipis namun menginginkan kain drill harga ekonomis, castilo drill merupakan solusi tepat untuk menjawab kebutuhan Anda.

    Meski berharga ekonomis, tak banyak yang berbeda dari kain drill jenis ini. Castilo drill tak mudah kusut dan lembut sehingga nyaman dipakai. Seperti jenis kain drill lainnya, castilo juga memiliki pintalan kuat serta rapat sehingga bisa awet digunakan.

    Baca Juga: Bahan Crepe

    Harga Kain Drill di Pasaran

    harga-kain-drill-di-pasaran

    Pada umumnya kain drill dijual dalam satuan meter di pasaran. Jadi harga yang dipatok merupakan harga per meter dari kain tersebut.

    Namun, dalam beberapa kasus pembelian jumlah besar, kain ini juga dijual per kilo, per yards (yds), hingga per roll/ gulungan.

    Mengingat banyaknya jenis kain drill yang beredar di pasaran, tak mengherankan jika harga yang dipatok pun sangat bervariatif.

    Harga tersebut disesuaikan dengan jenis kain drill yang dibeli. Kualitas dan ketebalan bahan juga menjadi nilai jual tersendiri bagi pedagang kain drill ini.

    Seperti halnya barang lain, ada harga tentu ada kualitas yang lebih, sesuai kocek yang dikeluarkan. Daripada bingung, sebaiknya Anda menyesuaikan saja dengan kebutuhan dan budget yang ada.

    Harga bahan kain drill di pasaran berkisar dari 20.000Ā  hingga 55.000 rupiah, tergantung jenis kain, grade, dan toko yang menjualnya. Sebaiknya Anda membeli kain ini secara offline dengan langsung mendatangi tokonya.

    Dengan begitu, Anda bisa melihat dan menyentuh ssecara langsung untuk mengetahui kualitas kain drill yang ditawarkan.

    Membeli kain drill secara online mungkin menjadi solusi yang lebih mudah dan murah bagi sebagian orang. Hal ini karena online market sering menawarkan promo dan diskon yang cukup menggiurkan pelangggan.

    Namun, sebelum membeli secara online, pastikan terlebih dahulu bahwa toko yang Anda kunjungi terpercaya. Lihat ranking dan review yang diberikan oleh pelanggan.

    [irp]


    Baca Juga: Harga Bahan Kain Fleece


    Kelebihan Kain Drill

    kelebihan-kain-drill

    Dibanding jenis kain yang lainnya, bahan kain drill dinilai memiliki keunggulan tersendiri.

    Tak heran jika kain jenis ini banyak diburu untuk berbagai keperluan, terutama sebagai bahan pembuatan pakaian yang terkesan resmi maupun casual.

    Tekstur yang khas dan nyaman memang memberikan kesan elegan tersendiri bagi kain ini. Lalu, apa saja kelebihan lainnya?

    1. Bahannya awet

    Kain drill dipintal secara rapat dengan alur diagonal. Alur miring ini memberikan efek kokoh dan tak mudah terbelah ketika terdapat robekan di salah satu sisinya.

    Tak heran jika kain drill kerap dijadikan material pembuatan seragam. Kain ini sangat tahan lama dan mudah dalam perawatannya, serta tak akan mudah kusut sekalipun tak disetrika.

    2. Memiliki tekstur kain yang unik

    Kebanyakan kain tak memiliki tekstur yang jelas pada permukaannya. Sekalipun ada beberapa kain yang memiliki alur pintalan datar, alur tersebut tak cukup nampak untuk dilihat secara sekilas.

    Lain halnya dengan kain drill, alur diagonal yang dimiliki memberikan detail garis miring yang kentara sekalipun dilihat dengan mata telanjang.

    3. Warnanya tidak mudah pudar

    Selain awet karena bahannya yang kuat dan kokoh, kain drill memiliki keunggulan lain yang patut dibanggakan. Warna kain ini lebih awet dibandingkan jenis kain lainnya.

    Sekalipun sering dicuci, jemur, setrika, warna kain drill tak cepat memudar. Hal ini menjadikan pakain Anda terkesan selalu fresh dan jauh dari kesan lusuh saat digunakan.

    4. Tidak mudah kusut

    Meski bukan pertimbangan utama, namun karakteristik kain yang tak mudah kusut tentu menjadi pertimbangan sebelum membeli sebuah produk kain.

    Dibandingkan jenis lain, kain drill sangatlah mudah disetrika, cepat halus dan lembut. Ketika buru-buru dan tak sempat menyetrika pun, Anda masih bisa memakai kain ini lantaran sifatnya yang tak mudah kusut.

    5. Memiliki variasi tingkat ketebalan yang berbeda

    Berdasarkan jenisnya, kain drill telah diklasifikasikan dalam beberapa kategori berbeda-beda, yakni twist/ twill drill, american drill, japan drill, hisofy dan castofi drill.

    Kelimanya memiliki tingkat ketebalan yang berbeda-beda. Dengan begitu, Anda akan semakin mudah menentukan pilihan karena banyaknya opsi ketebalan yang ditawarkan, tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda.

    6. Cocok digunakan untuk pakaian resmi maupun casual

    Salah satu kelebihan memiliki opsi ketebalan yang berbeda-beda adalah range penggunaan yang turut meningkat. Artinya, kain drill dapat dimanfaatkan dalam berbagai keperluan.

    Drill dengan serat besar misalnya, akan sangat cocok digunakan dalam pembuatan seragam dinas lapangan. Sementara drill dengan serat tipis lebih cocok untuk bahan kemeja atau blouse.

    7. Kainnya sangat kuat dan kokoh

    Kekuatan dan ketahanan drill yang kokoh telah dikenal masyarakat sejak lama. Kain ini memang memiliki popularitas yang baik dalam hal kekuatan dan keawetan.

    Hal ini merupakan salah satu dampak positif dari jalinan benang yang melintang diagonal. Karenanya, kain ini banyak digunakan dalam berbagai keperluan pakaian, mulai dari seragam lapangan, koki, jas, dan lainnya.

    8. Bahannya adem

    Meski memiliki serat benang yang tebal dibandingkan kain jenis lain, kain drill tetap menjadi andalan untuk dipakai dalam setiap kesempatan. Kain ini jenis ini tetap nyaman dan terasa adem ketika dikenakan.

    Hal ini karena kandungan bahan katun yang terdapat di dalam materialnya. Terlebih lagi jenis histofy drill yang terkenal dengan kandungan katunnya yang tinggi.

    9. Memiliki daya serap keringat yang cukup baik

    Tak sebatas nyaman digunakan karena memberikan efek adem di badan, kain drill juga memiliki karakteristik mampu menyerap keringat ataupun air dengan cukup baik.

    Karenanya, Anda tak akan merasakan kepanasan ketika memakai kain ini sebagai bahan pembuatan pakaian. Cocok sekali digunakan untuk daerah beriklim tropis seperti di Indonesia.


    Baca juga: Bahan Kain Satin


    Kekurangan Bahan Drill

    kekurangan-kain-drill

    Terlepas dari berbagai keunggulan yang dipaparkan di atas, kain drill tentu memiliki kekurangan.

    Namun, jangan khawatir, kekurangan kain ini tak sebanyak kelebihan yang ditawarkannya. Lalu, apa saja kekurangan bahan drill?

    1. Beberapa jenis drill tertentu lebih mudah pudar

    Seperti halnya pada kain jenis lain, kain drill memiliki beragam jenis dan grade yang berbeda. Hal ini turut berimbas pada kualitas kain tersebut.

    Pada umumnya warna pada kain drill tidak cepat memudar alias awet. Namun, dalam beberapa jenis kain pada grade tertentu, warna akan lebih cepat memudar warnanya.

    Sebenarnya kondisi ini dapat diminimalisir dengan perawatan yang baik dan sesuai. Selain memperpanjang umur kain, perawatan yang baik akan mencegah warna kain memudar.

    Anda bisa mengakalinya dengan melakukan pencucian sewajarnya, jangan merendam terlalu lama ataupun menyikat pakaian terlalu keras.

    Selain itu, saat penjemuran usahakan agar selalu membalik agar bagian dalam kain yang berada di luar.

    2. Bahannya tergolong cukup berat bagi beberapa orang

    Dibandingkan jenis kain lain, bahan kain drill memang dikenal memiliki ketebalan yang lebih dibanding rata-rata.

    Sebenarnya hal ini tak berpengaruh banyak pada massa kain itu sendiri. Karena pada saat dikenakan, kain drill tak akan terasa berat, terutama jenis kain drill premium yang memiliki beragam keunggulan.

    Namun, beberapa orang tetap saja menganggap kain ini berat.

    Memang tekstur diagonal dan pintalan yang kuat dan tebal memberikan kesan yang lekat bahwa kain ini berat.

    Terlebih ketika mencucinya Kain drill memang dikenal mudah menyerap keringat dan air, jadi air yang meresap ke dalam serat kain akan membuatnya terasa berat ketika proses pencucian. Toh, jika sudah kering berat akan kembali normal.

    3. Untuk jenis tertentu, tergolong kain yang cukup mahal

    Jenis kain drill memiliki bahan yang berbeda-beda. Hal ini nyatanya turut mempengaruhi harga kain di pasaran.

    Sebenarnya dengan kualitas dan keunggulan yang dimilikinya, wajar jika kain drill dibanderol harga yang lebih tinggi dibanding kain jenis lain.

    Terutama kain drill berbahan dasar katun yang sangat kuat namun nyaman digunakan. Harganya memang cukup mahal.

    Baca Juga : Bahan Kain Voal

    Kegunaan Bahan Kain Drill

    kegunaan-bahan-kain-drill

    Kain dril memiliki kategori dan jenis yang bermacam-macam. Hal ini selain mempengaruhi kualitas dan harga kain, juga mempengaru penggunaannya pada industri tekstil dan pakaian.

    Ketebalan dan ketipisan kain sangat berpengaruh untuk menentukan pakaian jenis apa yang hendak dibuat dengan menggunakan kain drill ini.

    Bahan kain drill yang tebal umumnya digunakan dalam pembuatan seragam militer dan seragam koki. Keduanya memang membutuhkan bahan yang kuat agar tak mudah sobek dan terbakar.

    Kain yang tebal juga dapat melindungi kulit dari cedera berupa goresan yang tak diinginkan. Ada pula yang memanfaatkannya sebagai pakaian kerja, terutama seragam kerja lapangan.

    Di sisi lain, kain drill yang tipis banyak dimanfaatkan sebagai dasar material pembuatan pakaian olahraga. Hal ini karena kain memiliki fleksibilitas dan kuat terhadap gesekan.

    Selain nyaman dipakai, kain jenis ini juga dikenal mudah menyerap keringat dan air. Sangat cocok bukan? Karena hal itulah, banyak konveksi yang memanfaatkannya untuk membuat pakaian olahraga.

    Sementara itu, kain drill berketebalan tipis dan memiliki konsistensi katun yang tinggi di dalamnya sangat cocok digunakan untuk pembuatan blouse.

    Biasanya kain jenis ini dijual dengan harga yang cukup mahal lantaran berbagai keunggulan yang dimilikinya.

    Selain jenis pakaian yang dijelaskan di atas, kain drill juga sering digunakan dalam pembuatan jaket almamater, safari, kemeja, blazer, tote bag, rompi, baggy pants, dan lain sebagainya.

    Semuanya bergantung pada kebutuhan dan jenis kain drill yang digunakan. Kain ini memang dikenal multifungsi karena awet dan tahan lama.

    Baca Juga : Bahan Rayon

    Cara Merawat Pakaian Berbahan Drill

    cara-merawat-pakaian-berbahan-drill

    Sebenarnya perawatan kain drill lebih mudah dilakukan dibandingkan perawatan pada kain jenis premium lainnya. Anda hanya perlu memperlakukannya sama dengan ketika merawat pakaian Anda lainnya.

    Namun, untuk semakin membuat kain tahan lama dan tetap fresh, Anda perlu memperhatikan beberapa poin penting ketika melakukan pencucian, penjemuran, dan penyetrikaan pada jenis kain ini.

    1. Cara mencuci pakaian drill

    Proses pencucian kain drill sebenarnya sangatlah mendasar, sama seperti proses mencuci kain jenis lain. Anda bisa memilih menggunakan mesin cuci untuk mempermudah pekerjaan, ataupun mencuci menggunakan tangan.

    Yang patut Anda perhatikan ketika mencuci dengan tangan adalah hindari menggosok atau menyikat pakaian terlalu keras.

    Hal ini akan membawa dampak buruk dan kerusakan karena kain drill memiliki tekstur berserat yang terlihat jelas.

    Selain cepat memudarkan warna, penggosokan atau penyikatan yang berlebihan membuat tekstur kain rusak dan tak lagi lembut.

    2. Cara menjemur pakaian drill

    Setelah mencuci, langkah yang dilakukan selanjutnya adalah menjemur pakaian. Sebenarnya proses penjemuran pun tak jauh berbeda dengan menjemur pakaian lainnya.

    Namun, untuk mendapatkan warna yang awet terjaga dan tahan lama, Anda bisa mengakalinya dengan menghindarkan pakaian dari sinar matahari langsung. Hal ini akan mencegah pemudaran warna pada pakaian Anda.

    Jika tak bisa menghindari sinar matahari secara langsung, pastikan Anda membalik pakaian terlebih dahulu sebelum menjemurnya.

    Maksudnya, pastikan bagian yang langsung terkena sinar matahari adalah bagian dalam pakaian. Selain itu, akan lebih baik lagi jika Anda mengangkat pakaian ketika sudah kering, tanpa menunggu seharian hingga matahari terbenam.

    3. Cara menyetrika pakaian dril

    Menyetrika sebenarnya baik dilakukan saat kondisi pakaian sedang berada pada keadaaan setengah lembab. Hal ini akan memudahkan proses penyetrikaan dan memberikan efek lembut pada pakaian yang disetrika.

    Namun, Anda pun tetap bisa menyetrika ketika kain telah benar-benar kering. Untuk mendapatkan kesan halus, Anda bisa menyemprotkan pelican pakaian yang banyak dijual di pasaran.

    Hal yang perlu diingat ketika menyetrika pakaian adalah perhatikan suhu setrika yang Anda gunakan. Pastikan suhu tak terlalu panas agar tak merusak pakaian.

    Seringkali suhu yang terlalu panas menyebabkan setrika mudah lengket dengan serat kain tertentu yang akhirnya menyebabkan kecacatan permanen berupa gosong ataupun bolong.

    Sebenarnya, akan lebih baik lagi jika Anda menggunakan setrika uap.

    Selain lebih praktis dalam penggunaan, setrika jenis ini juga memberikan kesan halus tanpa efek kilat seperti yang kadang tertinggal dari setrika biasa.

    Ditambah, penggunaan setrika uap juga bisa membantu Anda agar warna kain tetap awet terjaga.

    Kain drill memang memiliki ciri khas tersendiri dengan berbagai keunggulan. Anda bisa menyesuaikan pilihan sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Soal kualitas, tentu tak perlu dipertanyakan lagi. Jadi, Anda lebih menyukai bahan kain drill yang mana?

  • Bahan Kain Crepe

    Di pasaran, Anda mungkin akan sering bertemu label bahan kain crepe, bahan ini memang sangat banyak di cari dan digunakan dalam dunia fashion seperti contohnya hijab, gamis maupun khimar. Untuk lebih mengenal bahan crepe yuk simak penjelasan dari kainpusat.com.

    Megenal Bahan Kain Crepe

    mengenal bahan crepe

    Tentunya Anda sudah tidak asing dengan nama bahan kain crepe, bukan? Apalagi, dalam beberapa tahun belakangan bahan ini memang sangat populer digunakan dalam industri fashion kekinian. Di kalangan masyarakat awam, cara mengenali crepe yang paling simpel adalah melalui teksturnya. Apalagi, crepe mempunyai karakteristik sangat khas, karena permukaannya seperti kulit buah jeruk.

    Tidak mengherankan, kalau ada banyak orang yang lebih mengenal bahan crepe sebagai kain kulit jeruk. Namun justru hal tersebut yang menjadi daya tariknya. Karena terbilang unik dan berbeda dengan bahan lain, wajar kalau produk pakaian dari crepe banyak dilirik oleh publik.

    Karakteristik Bahan Kain Crepe

    Karakteristik Bahan Kain Crepe

    Terbuat dari bahan berupa serat sutra asli yang dihasilkan oleh ulat atau sutra buatan dari bahan yang bersifat sintetis, maupun kombinasi serat katun. Kain crepe memiliki Karakter yang lentur dengan tekstur yang permukaanya kelihatanya nampak berpasir atau berkerikil, kasar atau terlihat berkerut. meski begitu bahan ini ketika dipegang terasa sangat lembut, serta nyaman saat digunaka. bagus untuk bahan dasar hijab, gamis ataupun khimar.

    Jenis-Jenis Bahan Crepe

    Jenis Bahan Crepe

    Jenis bahan kain crepe ini terbilang cukup variatif. Kalau tidak mengetahui detail perbedaannya, maka Anda akan sulit membedakan jenis satu dengan yang lainnya. Supaya tidak bingung, maka disini bakal di kupas tuntas mengenai macam-macam jenis crepe yang dijual di pasaran :

    1. Bahan Moscrepe

    Siapa yang tidak mengenal Moscrepe? Saat ini ada banyak sekali pakaian yang dibuat dari bahan dasar mosscrepe. Tekstur kainnya menyerupai butiran pasir tersusun rapi saat dipegang. Kalau dilihat lebih dekat, maka Anda akan melihat seperti ada pasir yang menempel. Meskipun sebenarnya itu merupakan serat kain tersebut sendiri.

    Contoh bahan crepe jenis Moscrepe dapat ditemukan pada gamis, dan jilbab. Walaupun terasa sedikit kasar, namun bahan ini cukup halus, dan tidak menerawang. Selain itu juga tidak mudah kusut, jadi Anda tidak perlu cemas jika mengenakannya di acara formal.

    2. Bahan Bubble Crepe

    Diberi nama Bubble Crepe karena jenis tekstur kulit jeruk di bahan ini memang terlihat jelas. Bahkan kalau Anda melihatnya dari jauh. Meskipun agak tipis, namun Bubble Crepe tidak menerawang. Sebagaimana crepe jenis lain, Bubble juga memiliki tekstur ringan, jatuh, dan elastis sehingga dapat menyesuaikan dengan bentuk body Anda.

    3. Bahan Arabian Crepe

    Jenis ini merupakan duplikat kain Moscrepe, tapi dengan kualitas lebih bagus. Kalau dilihat, maka Arabian Crepe akan tampak sama persis dengan Moscrepe. Hanya saja, memiliki tekstur berbeda, yang hanya dapat dibedakan dengan cara menyentuhnya. Arabian Crepe lebih jatuh, halus, dan dingin kalau dibandingkan dengan Moscrepe.

    4. Bahan Crezia Crepe

    Diantara semua jenis crepe, Crezia memiliki elastisitas paling tinggi. Supaya lebih yakin, maka dapat meregangkannya secara diagonal, jadi bukan vertikal atau horizontal lagi. Bentuk yang ditawarkan juga terbilang tidak biasa, karena berupa susunan garis-garis seperti wajik. Ketebalannya sendiri tidak jauh berbeda dengan jenis Moscrepe.

    5. Bahan Wollycrepe

    Bahan Wollycrepe adalah crepe dengan tekstur kulit buah jeruk yang paling halus. Menariknya, harga pasarannya tidak jauh beda dengan Bubble Crepe, jadi cukup terjangkau. Saat ini Wollycrepe banyak dipakai untuk membuat produk seperti gamis dan juga jilbab Syar’i. Sebenarnya tidak mengherankan, karena kualitasnya memang sangat bagus.

    6. Bahan Diamond Georgette

    Kain ini adalah versi terbaru dari Diamond Italiano. Karakteristiknya adalah berupa tekstur kulit jeruk yang samar namun tetap tampak. Dibandingkan dengan seniornya, Diamond Georgette memang lebih kasar saat disentuh.

    7. Bahan Diamond Italiano

    Hadir dengan tekstur menyerupai Moscrepe, Diamond Italiano mempunyai garis lengkung lebih jelas, dan bahannya juga sedikit kasar. Namun harga kainĀ  Diamond Crepe satu ini juga cheaper dibandingkan Moscrepe, sehingga tetap worth to buy.

    8. Bahan Barbie Ceruti

    Bahan ini juga dikenal dengan nama Babydoll. Barbie Ceruti merupakan jenis crepe paling ringan dan jatuh, tapi transparan. Selain tidak elastis, jenis ini terbilang sangat menerawang. Tidak heran kalau banyak tempat produksi pakaian yang membuat Barbie Ceruti sebagai alternatif Sifon.

    9. Kain Baby doll

    Bahan dari kain baby doll salah satu masuk dari keluarga kain crepe yang mana memiliki karakter kain yang kasar seperti pasir dan juga kainnya sangat jatuh adem sehinga banyak di gunakan sebagai bahan untuk jilbab.

    Baca Juga : Bahan Fleece

    Kelebihan dan Kekurangan Kain Crepe

    Kelebihan dan Kekurangan Kain Crepe

    Sebagaimana kain dari bahan lainnya, Crepe juga memiliki kelebihan serta kekurangannya sendiri. Di bawah ini adalah keunggulan dan kelemahan bahan kain crepe yang perlu diketahui oleh pecinta fashion.

    Keunggulan crepe :

    1. Nyaman Dipakai
      Bahan crepe merupakan alternatif solusi terbaik untuk masyarakat daerah tropis. Pasalnya, kain ini sangat nyaman dan adem ketika bersentuhan dengan kulit.
    2. Tekstur Kain Jatuh
      Sebagian besar jenis Crepe mempunyai tekstur yang elastis. Saat digunakan sebagai pakaian, maka kainnya akan terlihat jatuh dan cantik. Selain itu juga lembut dipakai.
    3. Tekstur Kain Unik
      Crepe hadir dalam bentuk tekstur kulit buah jeruk yang unik. Anda tidak mungkin menemukan tekstur ini pada bahan kain lainnya.

    Kelemahan crepe :

    1. Bahan Relatif Tipis
      Apabila Anda melakukan perbandingan antara crepe dengan bahan lain, maka akan menyadari betapa tipisnya kain satu ini. Meskipun begitu, untuk mengatasinya Anda bisa memilih crepe grade premium yang walaupun tipis tapi tidak menerawang.
    2. Susah Disetrika
      Karena bahannya relatif tipis, tidak heran kalau crepe juga susah disetrika. Hal ini karena kain akan mudah mengerut ketika terpapar tekanan suhu panas tinggi.
    3. Ā Transparan
      Ada beberapa jenis crepe yang memang kelihatan terlalu transparan, misalnya saja bahan matte crepe.

    Tips Memilih Bahan Crepe Terbaik

    Tips Memilih Bahan Crepe

    Bagi Anda yang berniat membeli pakaian dari material crepe, sebaiknya tahu bagaimana cara memilih bahan terbaik supaya tidak menyesal. Apalagi, harganya bisa dikatakan lumayan kalau dibandingkan bahan lain. Di bawah ini adalah beberapa tips memilih kain crepe yang baik dan benar :

    1.Ā  Analisis Kebutuhan

    Sebelum membeli, sebaiknya buatlah analisa mengenai kain seperti apa yang dibutuhkan. Misalnya kalau akan dipakai buat t-shirt, maka Anda harus memilih jenis yang bertekstur halus. Begitu pula jika digunakan sebagai cardigan, maka yang transparan juga ok.

    2. Memilih Tekstur Kain yang Jatuh

    Kain yang memiliki tekstur jatuh memang merupakan pilihan sempurna. Selain mudah diatur, biasanya juga adem kalau dipakai.

    3. Membeli di Toko Terpercaya

    Tidak bisa dipungkiri, bahwa toko tempat Anda membeli barang juga bisa menjadi penentu kualitas produknya. Begitu pula ketika hendak membeli kain crepe, sebaiknya pilihlah toko terpercaya yang sudah direkomendasikan oleh banyak pihak. Dengan begitu, peluang kerugian karena dapat barang jelek dapat diminimalisir.

    Baca Juga :Ā  Bahan Kain Jersey

    Harga Pasaran Kain Crepe

    Harga Pasaran Kain Crepe

    Pernah membeli produk fashion dari material crepe dan penasaran dengan harga asli kainnya? Harga pasaran crepe sebenarnya berada di angka yang cukup terjangkau, yakni mulai Rp. 20.000 – Rp. 50.000 per meter. Setiap jenis mempunyai harga jual berbeda-beda. Jadi, harga juga menentukan kualitas kain yang akan didapatkan oleh konsumen.

    Contoh mudahnya adalah harga kain diamond crepe, yang berada di level medium. Sedangkan untuk yang paling mahal adalah jenis Moscrepe, dimana harga per meternya mencapai angka lima puluh ribuan. Namun Anda juga tidak akan menyesal karena sudah mengeluarkan lumayan. Sebab kualitas Moscrepe juga jempolan.

    Bahan crepe adalah solusi cerdas untuk Anda yang menyukai kain dengan tekstur unik dan beda. Terlebih lagi, crepe memiliki bobot ringan sehingga terasa nyaman ketika dikenakan. Di samping itu, harga crepe yang terjangkau menjadi nilai plus tersendiri. Karena Anda bisa tampil trendy menggunakan pakaian berbahan crepe, namun tidak perlu mengeluarkan anggaran besar.

  • Kain Fleece

    Setiap bahan jenis kain ini memiliki karakteristik jenis teksturĀ  berbeda-beda. Dari bahan Fleece dikenal memiliki ketebalan yang lebih baik dibanding jenis yang lain.

    Banyak beredar dipasaran produk pakaian seperti jaket,Sweater, Jogger pants, Sweatpants, Hoddie, Selimut, dan Bedsheet yang terbuat dari bahan kain Fleece, dengan bahan kain yang hangat cukup banyak dibeli para konsumen.

    Karakteristik Fleece yang lembut dan hangat kain ini banyak diminati, terlebih harganya yang murah. silahkan simak penjelasan berikut dari kainpusat.com.

    Mengenal Bahan Kain Fleece

    Mengenal Bahan Kain Fleece

    Kain Fleece merupakan salah satu jenis kain yang banyak diproduksi berbagai macam konveksi. Kain jenis ini cenderung terlihat memiliki tekstur tersendiri. Dalam industri tekstil, bahan fleece adalah salah satu jenis kain yang paling sering dipakai sebagai bahan dasar membuat hoodie, jumper, atau sweater.

    Karakteristik Bahan Kain Fleece

    Karakteristik-Bahan-Kain-Fleece

    Fleece sendiri memiliki sifat ramah lingkungan karena dapat didaur ulang. Kain ini mudah dikenali karena mempunyai karakteristik yang khas, yakni tekstur yang lembut dan permukaannya sedikit berbulu. Selain itu juga hangat saat dipakai.

    Dibandingkan material kain lain seperti kain baby terry, bahan kain fleece bisa dibilang lebih unggul. Hal ini dikarenakan fleece memiliki sirkulasi udara yang sangat baik. Jadi, mampu menyerap keringat, air, dan panas sehingga terasa nyaman serta tidak gerah saat dikenakan. Tidak mengherankan kalau produk dari bahan ini sangat diminati oleh para konsumen.


    Baca Juga : Bahan Kain Ulos


    Jenis-Jenis Kain Fleece

    Jenis Kain Fleece

    Ada beberapa jenis dari kain fleece yang beredar di pasaran. Setiap jenis tentu punya kelebihan serta kekurangannya sendiri. Bagi yang tidak paham mengenai kain tekstil, pasti akan bingung membedakannya. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan kualitas terbaik sesuai kebutuhan, sebaiknya ketahui apa saja perbedaan dari 4 jenis kain fleece yang umum digunakan.

    1. Fleece Cotton

    Fleece jenis cotton terbuat dari campuran bahan cotton atau katun. Hal tersebut pula yang membuat karakteristik kainnya lebih lembut dan halus dibandingkan fleece jenis lain. Di bawah ini adalah ciri-ciri bahan fleece cotton yang paling mencolok :

    • Permukaan kain bagian luar dan dalam mempunyai tingkat kehalusan yang sama
    • Memiliki kualitas bagus, dan terasa nyaman serta hangat saat dipakai
    • Serat kainnya kelihatan lebih kasar jika dibandingkan bahan kaos
    • Bagian permukaan terasa halus, lembut, dan sejuk di kulit

    2. Fleece Polyethylene (PE)

    Beberapa ciri dan sifat PE yang dapat dengan mudah dikenali antara lain adalah :

    • Tekstur kainnya terasa lebih kaku kalau dibandingkan fleece cotton. Oleh karenanya, bahan ini lebih sering digunakan sebagai outer
    • Material fleece polyethylene kelihatan sangat mengkilap karena kandungan kadar polyester-nya lebih tinggi
    • Tampilan luar permukaan fleece PE tampak seperti bahan kaos, namun dengan tingkat ketebalan berbeda. Karena fleece ini jauh lebih tebal dibandingkan bahan kaos PE
    • Outer yang dibuat dari material fleece PE umumnya tampak lebih sporty dan elegan. Wajar saja kalau produk dari fleece jenis ini sangat digilai oleh anak-anak muda

    3.Fleece CVC

    Terakhir ada fleece CVC atau Cotton Viscose. Untuk mengenali bahan ini terbilang sangat mudah, karena tekstur serat CVC terbilang kasar ketika bersentuhan dengan kulit. Anda bisa dengan mudah mengenalinya hanya dengan sekali sentuh saja. Karena teksturnya yang kasar, contoh bahan fleece CVC dapat dilihat pada produk seperti jaket

    Kalau dibandingkan fleece cotton PE, maka kualitas CVC masih di bawahnya. Hanya saja perbedaannya tidak begitu signifikan, dan harganya juga lebih murah. Jadi, masih tetap layak dijadikan alternatif solusi untuk produk fashion sehari-hari.

    4. Fleece Polar

    Jenis kain fleece yang memiliki serat sintetis dengan nama fleece polar yang diambil dari nama produk prusahaan ternama Malden Mills ā€œ polartec ā€, tepatnya pada tahun 1979. Kain polar sendiri ternyata terbagi menjadi dua macam Ā jenis yaitu pil dan non pil, untuk lebih jelasnya :

    • Fleece anti pil itu diartikan kain yang memiliki kualitas tinggi.
    • Fleece non anti pil memiliki kualitas lebih rendah

    Kelebihan dan Kekurangan Bahan Fleece

    Kelebihan dan Kekurangan Bahan Fleece

    Kain tekstil fleece memang sudah terkenal dengan berbagai keunggulan yang dapat memanjakan konsumen. Mau tahu apa saja keuntungan membeli produk material fleece? Di bawah ini adalah beberapa kelebihan bahan fleece dibandingkan kain jenis lain :

    1.Elastis

    Fleece mempunyai tingkat elastisitas cukup tinggi. Hal ini pula yang membuat produk fleece gampang dilipat. Bahkan meskipun bentuknya adalah sebuah jaket tebal. Di samping itu, pakaian dari fleece juga sangat fashionable karena menyesuaikan dengan bentuk badan saat dipakai. Jadi, akan tetap kelihatan pas meskipun berat badan Anda bertambah.

    2.Cepat Kering

    Pakaian dari fleece merupakan alternatif solusi terbaik untuk dikenakan saat musim hujan. Selain hangat dipakai, bahannya juga lebih cepat kering. Hanya dengan diangin-anginkan tanpa harus dijemur di bawah terik matahari, maka bisa mengering sempurna. Dengan begitu, Anda tidak perlu takut kehabisan busana lagi ketika rainy season.

    3.Lembut

    Tekstur fleece yang lembut pasti akan memberikan kenyamanan tersendiri ketika dipakai. Kalau Anda memiliki alergi tertentu pada jenis pakaian dengan bahan yang kasar, maka pakaian dari bahan fleece premium adalah alternatif solusi terbaik. Karena selain rasa nyaman, fleece juga aman dikenakan oleh kulit sensitif.

    4.Proses Sirkulasi Udara Berlangsung Lancar

    Meskipun dalam keadaan basah, namun fleece tetap bisa menjadi isolator untuk tubuh pemakainya. Kemampuan breathability yang dimiliki bahan ini membuat proses sirkulasi udara bisa berjalan dengan baik. Jadi, Anda bisa tetap merasa hangat saat memakai fleece, tanpa merasa gerah. Karena bahan ini dapat menyerap keringat dan air dengan baik.

    5.Harga Terjangkau

    Meskipun rata-rata dibanderol dengan harga cukup murah, namun kualitas bahan fleece tidak bisa disepelekan. Fleece bahkan terkenal sebagai salah satu kain yang awet dan tahan lama jika dikenakan sewajarnya. Sekarang Anda bisa mendapatkan produk pakaian bagus dengan harga yang sangat friendly.

    Kekurangan fleece :

    1.Lapisan Bagian Luar Mudah Terkelupas

    Apabila sering dipakai, maka lama kelamaan lapisan luar fleece bisa mengelupas. Terlebih lagi kalau sudah Anda gunakan dalam jangka waktu lumayan lama. Guna menghindari hal tersebut, maka sebaiknya pakailah fleece hanya saat dibutuhkan. Selain itu, setelah dipakai simpanlah di tempat yang aman. Idealnya terlindung dari paparan sinar matahari.

    2.Berat

    Seperti telah dikatakan sebelumnya, kalau fleece ini umumnya digunakan pada produk pakaian hangat. Jadi, sudah pasti lebih berat kalau Anda bandingkan dengan bahan lain.

    3.Mudah Kotor

    Karena memiliki tekstur berbulu luar dalam, maka fleece sangat rawan kotor. Terlebih kalau Anda mengenakannya untuk keluar rumah, maka debu dan partikel lain akan gampang terperangkap. Oleh sebab itu, pakaian dari fleece harus sering dibersihkan.

    4.Proses Mencuci Harus Ekstra Hati-Hati

    Bahan satu ini warnanya akan cepat pudar kalau terlalu sering Anda cuci. Oleh karenanya, jangan langsung dicuci kalau hanya dipakai sebentar. Sebaiknya gantung saja di tempat yang aman, dan baru cuci jika sudah benar-benar kotor. Selain itu, jangan pernah menggunakan pemutih maupun pelembut pakaian saat mencuci.

    Kegunaan Pakaian Bahan Fleece

    Kegunaan Pakaian Bahan Fleece

    Mau tau Kegunaan dari bahan Fleece? Coba lihat jaket yang ada di rumah Anda, mungkin itu salah satu yang menggunakan bahan kain Fleece. Karena bahan ini cukup tebal cocok untuk pakaian yang hangat salah satunya juga cocok untuk selimut atau badcover dan memang bahan ini salah satu kelebihan kain Fleece. 8 kegunaan dari bahan fleece ada dibawah ini.

    1. Selimut

    Salah satu kegunaan yang mungkin sering Anda gunakan ketika tidur karna bahan yang dapat menghangatkan tubuh. Biasanya bahan Fleece ini banyak dipake untuk membuat selimut untuk jenis anak-anak terutama yang berbahan Fleece Cotton, dari bahan Fleece cotton mempunyain tekstur kain yang lebih halus yang lebih nyaman dugunakan dan sangat disukai orang.

    2. Jaket

    Mengunakan bahan Fleece membuat Jaket terasa hangat, biasanya jaket salah satu pakeian yang sering kita bawa ketika berpegian. Apalagi ketika suasana udara dingin dan cuaca tidak menentu wajib banget untuk dibawa. Jaket bergaya sporty dengan bahan Fleece yang banyak diminati dipasaran, item yang paling banyak di beli disitus online. Karna model jaket sport sangan keren ketika di gunakan berpegian.

    3. Hoodie

    Salah satu pakaian yang fungsinya sama yaitu menghangatkan tubuh seperti jaket. Hoodie mempunyai model yang beda dari jaket, dan juga bukan hanya sebagai pakaian hangat saja tetapi juga digunakan sebagai fashion dengan gaya model moderen yang banyak disukain cewek-cewek remaja, salah satu alasannya karena bahannya yang bagus.

    4. Sweatpants

    Orang menyebut sweatpants dengan sebutan celana jogger, sweatpants biasa digunakan untuk olah raga seperti jogging atau olahraga gym. Dengan bahan fleece yang lentur, terasa nyaman untuk mengikuti setiap gerakan olahraga, serta mudah menyerap keringat dalam kedaan berkeringat terasa tetap nyaman digunakan.

    5. Bedsheet

    Biasa orang menyebutnya sprei yang digunakan untuk menutupi atau melapisi kasur tempat tidur. Sprei dengan berbahan Fleece bagus banget untuk melapisi kasur agar terasa hangat, tapi bahan Fleece mudah kotor harus memilih warna yang tepat agar tidak terlihat kotor ketika digunan.

    6. Jogger pants

    Pasti sudah tau kan celana jogger, Celana jogger banyak diminati para wanita dengan bahannya yang bagus membuat gerakanĀ  terasa nyaman saat digunakan berolahraga.

    7. Lap Piring / Lap tangan

    Dari Bahan fleece bisa juga digunakan untuk produk lap piring atau lap tangan dengan bahannyaĀ  memiliki daya serap tinggi cocok banget dibuat produk ini.

    8. Handuk Motif

    Nah salah satu ini mungking jarang kita ketahui, Dari banyaknya produk handuk ternyata ada handuk yang bermotif lucu dijual online dari bentuknya yang lucu bermotif ternyata terbuat dari kain fleece, bagi anda yang belum mengetahuinya silahkan cek di situs online.

    9.Keset

    Ternyata ada juga loh kain fleece digunakan untuk keset, cocok baget di simpen didepan kamar madi apalagi bermotif cantik.

    Harga Kain Fleece Terbaru 2020

    Harga kain fleece bisa dibilang sangat variatif, tergantung pada jenis, dan dimana Anda membelinya. Karena setiap toko memang memiliki standar harganya sendiri, ada yang lebih murah, dan lebih mahal. Supaya mendapatkan penawaran terbaik, maka sebaiknya pilihlah toko yang benar-benar terpercaya. Apalagi, di era modern ini Anda bisa dengan mudah membeli fleece secara online.

    Di marketplace terpercaya seperti Lazada misalnya, kain fleece tebal jenis PE dibanderol dengan harga rata-rata Rp. 71.000/ 280 gram. Kalau menurut Anda masih terlalu mahal, maka bisa membuat komparasi dengan platform jual beli lainnya. Selain itu, jangan lupa kalau harga juga bisa menjadi penentu kualitas.

    Cara Merawat Pakaian Berbahan Fleece

    Cara Merawat Pakaian Berbahan Fleece

    Seperti biyasanya anda hanya perlu memperlakukanya sama seperti ketika merawat pakainan anda lannya. Sangat mudah dilakukan dibandingkan perawatan pada kain jenis lainnya seperti kain blacu, kain linen, kain raju, kain wol.

    Namun, anda pasti ingin membuat kain bertahan lama dan tetap bagus/fresh, anda hanya perlu baca beberapa poin penting ketika Anda melakukan pencucian, penjemuran, dan penyetrikaan pada jenis kain ini.

    1. Cara mencuci pakaian berbahan Fleece

    Yang harus diperhatikan Saat mencuci mengunakan mecin cuci atau manul gunakan sabun cuci baju yang berbahan lembut contoh seperti rinso cair, bagus untuk mencuci pakaian yang berbahan freece. Sebaiknya jangan mengunakan berbahan yang membuat kain rusak seperti pemutih. Serta jangan mengunakan sikat kasar pakei sikat yang berbulu halus.

    2. Cara menjemur pakaian berbahan Fleece

    Langkah selanjutnya adalah menjemur pakaian. Sebenarnay proses penjemuran tak jauh berbede dengan menjemur pakaian lainnya.

    Sebagai Catatan penting agar pakaian terlihat awet warna terjaga dan tahan lama, hindari pakaian dari sinar matahari langsung. Hal ini dapat mencegah pemudaran warna pada pakaian Anda. Atau anda juga bisa membalikan pakaian terlebih dahulu sebelum menjemurnya.

    3. Menyetrika bahan Fleece

    Sebaiknya jangan menyetrika pakain yang berbahan Fleece. Serat dari kain ini tidak tahan terhadap panas berlebihan, Anda bisa langsung melipatnya atau digantung menggunakan hanger.

    Apa Perbedaan Bahan Kain Fleece dan BabyTerry ?

    Perbedaan Kain Fleece dan BabyTerry

    Banyak pertanyaan tentang perbedaan kain fleece dan baby terry itu seperti apa? apa lebih bagus bahan baby terry?Ā  Sebenarnya dari kedua bahan kain ini terlihat sedikit mirip, dari karakter kain sama- sama memiliki bahan yang lembut. untuk lebih jelasnya baca berikut ini:

    Komposisi Kain

    • Ā Kain Fleece terbuat dari gabungan antar katun 80 persen dan imitasi wool 20 persen.
    • Kain Baby Terry terbuat dari dua jenis katun 80 persen dan polytreey 20 persen.

    Karakter Kain

    • Kain Fleece memiliki bahan lembut sedikit lebih kaku, lebih kasar, lebih tebal dan warna lebih terang dibanding dengan babyterry.
    • Kain Babyterry memiliki perbedaan yang sangat lembut, lentur dan memiliki banyak jenis warna.

    Sifat Bahan

    • Pakaian yang berbahan Fleece ketika digunakan cukup gerah apabila dikenakan saat cuaca panas siang hari. Kurang nyaman digunakan.
    • Kain babyterry cocok dugunakan di daerah tropis, bahannya dingin ketika digunakan siang hari.

    Berapa Harga Bahan Fleece & Baby terry?

    • Baby terry berkisar antara Rp 75.000,- hingga Rp 120.000,- /kg lebar (±)180Cm
    • Fleece di pasaran berkisar antara Rp 45.000/Kg hingga Rp 145.000/Kg

    Beberapa kain memiliki ciri khas tersendiri dengan berbagai jenis dan keunggulan. Dengan pilihan yang tepat Anda tingal memilihnya sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Dari informasi yang kami sampaikan semoga dapat membantu Anda.

  • Bahan Kain Ulos

    Ulos termasuk busana turun-temurun yang telah dikembangkan masyarakat Batak, Sumatera Utara. Sementara untuk pembuatan kain Ulos hampir sama dengan membuat songket khas Palembang, karena sama-sama menggunakan alat tenun dan tidak menggunakan mesin.

    Untuk bahan kain Ulos dan warna dominan pada kain Ulos yaitu hitam, merah, kuning dan putih dengan hiasan benang perak maupun emas.

    Pada awalnya kain Ulos digunakan pada selendang maupun sarung saja. Akan tetapi sekarang sudah banyak dijumpai di berbagai produk sarung bantal, souvenir, pakaian, ikat pinggang, dasi, gorden, dompet maupun yang lainnya. Mari mengenal bahan satu ini dari ulasan Kainpusat ..

    Sejarah Kain Ulos

    sejarah-kain-ulos

    Pada mulanya Ulos digunakan sebagai selendang, yang mana hal ini melambangkan sebagai ikatan kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya maupun antara seseorang dengan orang lain.

    Hal ini sesuai pada filsafat Batak yaituā€ ijuk pengihot ni hodongā€ artinya bahwa ijuk pengikat pelepah di bagian batang dan untuk Ulos pengikat kasih sayang antar sesama.

    Setiap Ulos mempunyai keadaan, sifat, fungsi maupun hubungan dengan hal tertentu. Ada 3 unsur yang paling mendasar pada kehidupan manusia yaitu nafas, darah dan panas.

    Untuk dua unsur yang terdahulu yaitu pemberian Tuhan dan untuk unsur yang ketiga tidaklah sedemikian. Pada kalangan orang Batak seringkali terdengar glossy yang memiliki arti memberi Ulos.

    Kepercayaan orang Batak apabila Tondi perlu di Ulos, maka kaum lelaki yang memiliki jiwa keras mempunyai sifat kepahlawanan dan kejantanan.

    Sementara untuk orang perempuan memiliki sifat-sifat ketahanan dalam melawan kemandulan atau guna-guna. Ada beberapa aturan yang harus dipatuhi sehingga orang lain tidak boleh asal mangulosi saja.

    Orang tua hanya diperbolehkan mengulosi anak, namun anak tidak diperbolehkan untuk mengulosi orang tua.

    Hal ini bisa disimpulkan bahwa prinsip kerabatan Batak yang disebut sebagai Dalihan Na Tolu terdiri dari unsur-unsur Hula Hula Boru dan Dongan Sabutuha. Bagi seorang barusan tidak dibenarkan untuk mengurusi hula-hula nya.

    Untuk Ulos yang diberikan yaitu dalam mengulos tidak diperbolehkan dilakukan secara sembarangan, baik itu dari segi cara membuatnya atau yang lainnya.

    Misalnya Ulos ragidup yang nantinya diberikan pada orang baru, maka akan melahirkan anak sulungnya harus memenuhi syarat-syarat tertentu yaitu Ulos Sinagok.

    Pada zaman dahulu nenek moyang pada suku Batak hidup di daerah pegunungan. Mayoritas kebiasaan dari nenek moyang yaitu bekerja di ladang supaya terbiasa untuk melawan cuaca yang sangat dingin.

    Oleh sebab itulah Ulos mulai dibuat dan diartikan sebagai selimut yang mampu menghangatkan tubuh sekaligus melindungi diri dari terpaan udara yang cukup dingin karena bahan kain Ulos sangat hangat.

    Menurut dari leluhur suku Batak, sumber kehangatan itu ada tiga yaitu api, matahari dan Ulos.

    Dari ketiganya leluhur menganggap bahwa sumber kehangatan yang paling nyaman digunakan untuk kehidupan sehari-hari yaitu Ulos.

    Pada awalnya Ulos memiliki fungsi sebagai penghangat untuk tubuh. namun lama-lama Ulos digunakan para tetua adat.

    Baca juga: Bahan Kain Wolfis

    Karakteristik Kain Ulos

    karakteristik-kain-ulos

    Bagi Anda yang bukan suku Batak, tentu akan sedikit merasa kebingungan untuk mengetahui karakteristik atau ciri dari kain Ulos. Padahal jenis kain bersejarah ini memiliki karakteristik yang sangat mudah dikenali. Berikut ini karakteristik kain Ulos yang bisa Anda ketahui:

    1. Dapat menyerap keringat

    Kain Ulos terbuat dari bahan yang dapat menyerap keringat, sehingga menjadikan siapapun yang menggunakannya dapat merasakan kenyamanan karena tidak akan terasa gerah meskipun dikenakan pada saat cuaca panas.

    2. Kain tidak bau

    Berbeda dengan jenis kain yang lainnya yang mana kain Ulos tidak memberikan bau, karena bahan kain Ulos yang digunakan. Sehingga sangat cocok bagi Anda yang tidak menyukai bau kain terutama pada saat melakukan pembelian yang baru.

    3. Tidak mudah luntur

    Bahan kain Ulos tidak mudah luntur pada saat dicuci maupun saat dijemur dibawah sinar matahari. Meskipun Anda mencucinya berkali-kali, namun Anda bisa melihat bahwa bahan kain Ulos memiliki serat yang tidak akan luntur dan tidak mengalami perubahan warna.

    4. Warna dasar

    Kain Ulos sudah terkenal sebagai warna dasarnya yang sangat tegas. Untuk warnanya yaitu seperti hitam, merah dan putih.

    Baca Juga: Kain WolĀ 

    Fungsi Kain Ulos

    fungsi-kain-ulos

    Untuk fungsi dari kain Ulos sangatlah beragam dan hal ini bisa Anda lihat dari segi jenis dan bahan kain Ulos itu sendiri. Bagi Anda yang ingin mengetahui fungsi dari kain ulos, simak ulasan berikut:

    1. Untuk acara adat Batak Toba

    Kain Ulos memiliki fungsi untuk dikenakan pada saat acara adat Batak Toba, ada juga acara lain seperti selamatan hamil 7 bulan, upacara untuk menempati rumah baru dan selendang cucu yang baru lahir.

    Untuk acara tersebut biasanya kain ulos yang digunakan yaitu Bintang Maratur Sunting.

    2. Untuk acara kedukaan

    Ada beberapa kain Ulos yang wajib dikenakan pada saat menghadiri acara kedukaan yang dijadikan sebagai selendang.

    Untuk jenis kain Ulos yang digunakan yaitu seperti Ulos Bolean Sunting, Ulos Padang Ursa, Ulos Mangiring Sunting, Ulos Pinahan Lobu Lobu yang dijadikan sebagai selendang dan talitali.

    3. Sebagai kado pengantin

    Kain Ulos juga dapat dijadikan sebagai kado pengantin yang sedang merayakan acara pernikahan adat Batak. Selain itu kain Ulos juga bisa dikenakan untuk ikatan gendongan atau parompa. Jenis kain Ulos yang digunakan yaitu seperti Ragi Hotang.

    4. Untuk gadis Batak

    Kain Ulos jenis Ragi Huting juga memiliki fungsi untuk gadis Batak yang pada umumnya dililitkan pada bagian dada. Orang tua pun juga dapat mengenakan pada saat bepergian.

    Baca Juga: Bahan Kain RajutĀ 

    Cara Membuat Kain Ulos

    cara-membuat-kain-ulos

    Langkah-langkah untuk membuat kain Ulos yaitu seperti berikut ini:

    1. Pembuatan benang

    Proses pertama yang harus dilakukan yaitu dengan pembuatan benang menggunakan alat ā€œsorhaā€. Alat ini akan mempermudah permintai dalam membentuk keseragaman ukuran.

    2. Proses pewarnaan

    Bahan kain Ulos yaitu benang yang dipintal dari bahan kapas. Pada awalnya benang berwarna putih dan dilakukan proses untuk mendapatkan warna merah. Untuk mendapatkan warna hitam dilakukan Manshop dan untuk bahan pewarna lain bisa didapatkan dari bahan daun-daunan sebagai fermentasi supaya bisa menghasilkan warna sesuai keinginan.

    3. Gatip

    Grafis dengan motif khusus bisa dijumpai ketika benang diuntal pada ukuran standar. Pembuatannya dilakukan sebelum pewarnaan dilakukan. Benang awalnya berwarna putih kemudian diikat menggunakan bahan pengikat berupa daun serai atau serat.

    4. Unggas

    Unggas merupakan proses pencerahan benang yang di toolbar atau di Shop warnanya akan sedikit kusam, namun dapat memberikan hasil yang lebih terang. Sebelumnya benang dilumuri nasi yang dilumatkan lalu digosok menggunakan kuas bulat yang terbuat dari ijuk.

    5. Proses penguraian

    Apabila benang sudah selesai diunggah selanjutnya yaitu proses penguraian. Supaya lebih memudahkan, benang di Huhull digulung dengan bentuk bola.

    6. Tonun

    Tenun atau tenun adalah proses untuk membentuk benang yang sudah dilakukan proses penguraian menjadi sehelai Ulos.

    7. Sirat

    Ini merupakan proses terakhir yang menjadikan Ulos menjadi bentuk kutub sementara untuk hiasan pengikat Uulos dibentuk dengan Motif Gorga.

    Makna Warna Kain Ulos

    makna-warna-kain-ulos

    Kain ulos tidak hanya memiliki fungsi simbolik sebagai aspek kehidupan suku Batak saja, akan tetapi Ulos juga menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan suku Batak.

    Bagi adat Batak mangulosi menjadi suatu hal yang sangat penting yang tidak hanya sekedar memberikan hadiah biasa.

    Hal ini dikarenakan ritual mengolah memiliki arti yang sangat mendalam berdasarkan dari warna bahan kain Ulos, yaitu:

    • Warna putih memberikan arti sebagai kejujuran dan kesucian.
    • Warna merah memberikan arti sebagai jiwa pemberani dan kepahlawanan.
    • Warna kuning memberikan arti sebagai kesuburan atau kaya.
    • Warna hitam memberikan arti sebagai lambang duka.

    Macam-Macam Kain Ulos

    macam-macam-kain-ulos

    Penting untuk Anda ketahui bahwa kain Ulos yang bisa Anda jumpai pada suku adat Batak tidak hanya terdiri dari 1 atau 3 macam saja. Akan tetapi ada banyak sekali macam dan bahan kain Ulos yang bisa Anda ketahui pada ulasan berikut ini:

    1. Ulos Padang Ursa

    Untuk macam kain Ulos yang pertama yaitu Ulos Padang Ursa. Jenis kain Ulos ini sering digunakan sebagai selendang maupun tali-tali dalam suatu acara adat suku Batak.

    2. Ulos Mangiring

    Ulos mangiring seringkali digunakan untuk talitali, selendang dan nantinya diberikan pada anak cucu yang baru saja lahir, khususnya untuk anak pertama yang mempunyai tujuan dan maksud sebagai simbol besarnya keinginan supaya anak diiringi dengan kelahiran anak seterusnya.

    3. Ulos Bintang Maratur

    Ulos jenis ini seringkali digunakan pada saat suku Batak mengadakan acara-acara adat Batak Toba misalnya seperti memasuki rumah baru dan acara selamatan 7 bulan.

    4. Ulos Antak-Antak

    Kain ulos Antak-Antak ini seringkali dikenakan sebagai selendang. Kebanyakan dikenakan oleh orang tua pada saat menghadiri acara duka atau melayat orang yang meninggal dunia.

    Tidak hanya itu saja ternyata kain Ulos ini juga dikenakan sebagai salah satu kain yang dililitkan ketika digunakan untuk menari atau acara manortor.

    5. Ulos Bolean

    Dibalik dari bahan kain Ulos yang tidak luntur meskipun berkali-kali dicuci ternyata Ulos Bolean juga dapat dijadikan sebagai selendang pada saat menghadiri acara duka.

    Jenis kain Ulos ini diberikan kepada pihak anak yang sedang kehilangan orang tuanya. Untuk menghilangkan rasa atau duka supaya anak yang kehilangan orang tua bisa tabah dalam menghadapinya.

    6. Ulos Ragi Huting

    Ulos Ragi Huting sudah banyak digunakan pada zaman dahulu sebelum Negara Indonesia merdeka. Namun sayangnya Ulos Ragi Hunting saat ini sudah sangat jarang dijumpai atau dipakai.

    Pada zaman dahulu jenis kain Ulos ini digunakan oleh anak gadis untuk dijadikan sebagai pakaian harian yang dililitkan pada bagian dada.

    Pemakaian dari Ulos Ragi Hunting di bagian dada ini untuk menunjukkan ini bahwa seorang putri atau gadis tersebut merupakan grup gadis Batak Toba perawan yang beradat.

    7. Ulos Pinan Lobu-Lobu

    Jenis kain Ulos Pinan Lobu-Lobu ini digunakan sebagai selendang pada saat menghadiri berbagai acara.

    Baik itu digunakan untuk anak-anak, dewasa, gadis maupun orang tua.

    8. Ulos Ragi Hotang

    Ulos Hutang akan diberikan kepada pihak sepasang pengantin yang baru saja melaksanakan pesta adat.

    Kain ini pun juga seringkali disebut sebagai Ulos Hela yang memiliki arti bahwa orang tua dari pihak pengantin perempuan sudah menyetujui putrinya untuk diperistri atau dipersunting oleh laki-laki yang disebut menantu.

    Dalam pemberian kain Ulos Hutang ini akan selalu disertai sarung menantu atau Mandar Hela yang mana hal ini menunjukkan bahwa pihak laki-laki tersebut tidak diperbolehkan untuk berperilaku seperti anak laki-laki lajang.

    Namun harus berperilaku sebagaimana orang tua. Oleh sebab itu sarung tersebut harus dikenakan dan terus dibawa pada saat mengikuti kegiatan adat.

    9. Ulos Pinuncaan

    Ulos Pinuncaan ini terdiri dariĀ  bagian yang ditenun sebanyak 5Ā  bagian dan terpisah. Setelah itu disatukan dengan tampilan yang lebih rapi sehingga akan membentuk satu Ulos. Untuk kegunaannya yaitu seperti berikut

    • Dikenakan di berbagai keperluan acara sukacita, duka cita maupun acara adat yang disandang atau dipakai oleh raja-raja adat.
    • Dikenakan oleh rakyat biasa pada saat memenuhi beberapa pedoman misalnya seperti pesta upacara adat atau perkawinan yang dipakai tuan rumah.
    • Ketika pesta besar dalam kelompok istri golongan hula-hula, jenis kain Ulos ini nantinya akan dililit atau dipakai sebagai kain oleh tuan rumah.
    • Memiliki fungsi sebagai Ulos Passamot dalam acara pernikahan atau perkawinan. Sementara kain-kain Ulos jenis ini nantinya akan diberikan oleh pihak orang tua dari pengantin perempuan kepada orang tua dari pengantin pria sebagai salah satu simbol bahwa mereka sudah resmi menjadi saudara dekat.

    10. Ulos Sibolang Pamontari

    Ulos sibolang pamontari dikenakan apabila sedang menghadiri acara suka duka atau duka cita sebagai tanda menghargai orang dewasa yang telah meninggal namun belum memiliki cucu.

    Selain itu Ulos Sibolang Pamontari juga dikenakan sebagai Ulos Tujung yang ditujukan pada duda atau Janda yang mana hal ini ini berarti pada laki-laki yang telah ditinggal mati istrinya dan untuk pihak perempuan ditinggal mati oleh suaminya.

    Ketika peristiwa duka cita ini, maka Ulos digunakan sebagai simbol atau menunjukkan bahwa orang yang bersangkutan merupakan keluarga dekat dari pihak orang yang telah meninggal dunia.

    11. Ulos Tutur-Tutur

    Ulos Tutur-Tutur ini seringkali digunakan sebagai ikat kepala atau talitali yang digunakan sebagai selendang atau handehande yang mana Ulos Tutur Tutur ini diberikan pihak orang tua kepada keturunannya atau kepada anak-anaknya.

    12. Ulos Tumtuman

    Tumtuman ini dipakai sebagai tali yang memiliki motif dan sebagai tanda bahwa penggunannya merupakan anak pertama atau anak tuan rumah atau hasu hutan.

    13. Ulos Ragi Pakko

    Ulos jenis ini di pakai untuk sebagai selimut di zaman dahulu dan sebagai penghantar wanita yang berasal dari keluarga kaya untuk membawa 2 ragi sebagai selimut sehari-harinya.

    Oleh sebab itulah jika nantinya sudah tua dan meninggal maka akan Ulos ini akan menggunakan dan ditambah dengan Ulos yang lainnya yaitu Ragi Pakko yang memiliki warna hitam seperti Pakko.

    14. Ulos Ragi Harangan

    Ulos Ragi harangan di zaman dahulu dijadikan sebagai selimut untuk keluarga yang tergolong sebagai keluarga kaya.

    Namun apabila orang tua telah meninggal dunia maka Ulos Ragi Harangan ini akan dihapuskan atau di selimutkan, kemudian dibentangkan pada jasad ditambah dengan kain Ulos yang lainnya seperti Ulos Ragi Pakko karena kedua kain Ulos ini memiliki warna yang sama yaitu hitam.

    15. Ulos Saimarinjam Sisi

    Bahan kain Ulos jenis ini sangatlah kuat dan sering digunakan dan difungsikan untuk kain melengkapi Ulos Pinuncaan yang disandang pada perlengkapan adat Batak sebagai mendahului di depan atau panjoloani.

    Sementara yang menggunakan Ulos adalah orang yang berada di bagian paling depan.

    16. Ulos Suri-Suri Ganjang

    Jenis kain Ulos Suri Suri Ganjang ini dikenakan sebagai selendang atau hande hande dalam waktu menari pada lantunan musik khas Batak.

    Tidak hanya itu saja kain ulos ini juga digunakan pada pihak orang tua dari istri untuk memberikan berkat kepada pihak keturunannya. Hal Ā ini juga disebut sebagai berkat atau Ulos Gabe Gabe.

    17. Ulos Simpar

    Pada umumnya Ulos Simpar memiliki fungsi sebagai selendang dan dikenakan para ibu-ibu pada saat mengikuti pelaksanaan di berbagai jenis acara adat istiadat yang mana untuk kehadirannya hanya sebatas undangan biasa saja.

    Hal ini seringkali disebut sebagai Panu Roti atau pihak yang meramaikan saja.

    18. Ulos Sibunga Umbasang

    Kegunaan atau fungsi dari kain Ulos Sibunga Umbasang ini sama dengan jenis kain Ulos Simpar, yaitu sama-sama dijadikan sebagai selendang.

    Bahan kain Ulos yang sangat nyaman, bisa diaplikasikan pada jenis pakaian yang sedang dikenakan.

    19. Ulos Sitolu Tuho

    Ulos Sitolu Tuho memberikan lambang sebagai kekerabatan orang Batak. Sementara jenis Ulos itu sendiri memiliki arti tiga cabang dan Tohu berarti cabang pohon.

    Keistimewaan dari kain Ulos ini bisa dilihat dari bahan kain ulos dan Motif Gorga nya yang memiliki Tolu TuHo. Jenis Ulos ini memberikan gambaran sebagai simbol kekerabatan bagi orang Batak.

    Harga Kain Ulos

    harga-kain-ulos

    Apabila Anda tertarik untuk melakukan pembelian kain Ulos maka Anda tidak perlu mengeluarkan dana yang sangat besar.

    Sementara untuk masing-masing bahan kain Ulos dibanderol dengan harga yang tidak sama.

    Cukup dengan mengeluarkan budget kisaran Rp 25.000 hingga Rp1.000.000 maka Anda sudah bisa mendapatkan kain Ulos khas Batak.

    Karena banyaknya jenis yang dimiliki oleh kain Ulos, maka Anda harus bisa menentukan jenis kain Ulos seperti apa yang hendak Anda beli, misalnya untuk lilit di bagian kepala, sebagai selendang, sebagai lilitan di pinggang dan yang lainnya, semua ini tergantung pada jenis kain Ulos itu sendiri.

    Harga yang ditawarkan oleh kain ulos sangat bervariasi karena kain ulos mempunyai proses pembuatan yang berbeda, motif yang dimilikinya dan untuk bahan kain Ulos pun juga tidak sama.

    Untuk bisa mendapatkan kualitas kain Ulos, Anda hanya cukup mengeluarkan uang di atas Rp300.000. Dengan mengeluarkan dana di atas Rp300.000 maka Anda sudah bisa mendapatkan kualitas bahan kain Ulos yang sangat bagus

    Kelebihan Kain Ulos

    kelebihan-kain-ulos

    Kain Ulos memiliki kelebihan yang pantas untuk dikagumi oleh masyarakat suku Batak maupun masyarakat lain yaitu seperti berikut ini:

    • Terbuat dari bahan yang sangat kuat, sehingga mampu bertahan dalam waktu yang cukup lama.
    • Memiliki perawatan yang sangat mudah sehingga tidak menyulitkan pemiliknya.
    • Kain ulos mudah didapatkan.
    • Memiliki warna yang tidak luntur meskipun sering dicuci atau dijemur dibawah sinar matahari.
    • Kain Ulos memiliki kain yang bagus dan tidak akan terlihat kusut meskipun tidak disetrika.

    Kekurangan Kain Ulos

    kekurangan-kain-ulos

    Kekurangan yang dimiliki oleh kain Ulos yaitu:

    • Saat di dikenakan kulit terasa gatal.
    • Seringkali membuat tubuh gerah karena bahan kain Ulos yang panas.

    Pada mulanya Ulos memiliki fungsi sebagai penghangat badan. Namun ternyata kain Ulos juga mempunyai fungsi simbolis yang digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan aspek kehidupan orang Batak. Dalam kehidupan orang Batak, Ulos tidak bisa dipisahkan sementara setiap Ulos memiliki makna sendiri-sendiri.

  • Kain Wolfis

    Salah satu jenis kain yang banyak digunakan masyarakat di Indonesia akhir-akhir ini adalah kain Wolfis. Kain Wolfis merupakan jenis kain yang terbuat dari campuran katun, sutera, dan serat sintetis.

    Banyak beredar di pasaran produk jahit seperti gamis, jilbab atau kerudung, rok, dan baju yang terbuat dari bahan kain Wolfis atau nama aslinya adalah Woolpeach.

    Selain kain Wolfis yang terbuat dari campuran ketiga bahan di atas, ada juga yang terbuat dari 100% polyester.

    Perbedaan bahan asal tersebut lah yang menjadikan harga kain Wolfis tidak selalu sama dan bahkan ada tingkatan Wolfis yang memiliki harga jauh di atas harga Wolfis yang lainnya.

    Karakteristik Wolfis yang lembut dan jatuh menjadikan kain ini banyak diminati, terlebih harganya yang murah. Silahkan simak selengkapnya pada bahasan dibawah ini.

    Asal Usul Kain Wolfis

    asal-usul-kain-wolfis

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kain Wolfis merupakan kain yang memiliki tekstur lembut dan jatuh yang terbuat dari campuran sutera, katun, dan beberapa serat sintetis.

    Terdapat beberapa jenis Wolfis yang beredar di masyarakat. Tekstur seratnya yang halus dan jatuh, menjadikan produk dari hasil pengembangan kain Wolfis sangat diminati masyarakat.

    Dalam pembuatan kain Wolfis tidak dilakukan proses lining seperti pada pembuatan bahan chiffon.

    Bahan lining atau yang sering disebut dengan furing merupakan bahan yang telah melalui proses pelapisan bahan berupa kain yang melapisi bahan yang utama yang dapat dilakukan sebagian ataupun pada keseluruhan bahan utama.

    Seperti Apa Kain Wolfis Itu?

    seperti-apa-kain-wolfis

    Kain Wolfis banyak digunakan dalam pembuatan gamis dikarenakan memberikan kesan elegan dengan karakteristik kain yang jatuh.

    Meskipun bahan kain Wolfis tergolong ringan dan bertekstur tipis, kain ini tidak menerawang jika dipakai.

    Berbeda dengan kain lain yang kebanyakan jika memiliki tekstur tipis maka lebih tembus pandang atau bahkan transparan.

    Kain Wolfis banyak disukai karena teksturnya yang halus jika diraba dan juga tidak kaku.

    Bahan kain Wolfis adalah salah satu jenis kain katun yang tidak melebar, tidak tipis, tidak terlihat berserat, dan tidak panas. Ketebalan yang dimiliki kain Wolfis masih di bawah ketebalan yang dimiliki kain jersey sehingga terkesan lebih ringan dan tipis.

    Kain ini sangat cocok digunakan di daerah tropis.

    Tips Membeli Kain Wolfis

    tips-membeli-kain-wolfis

    Sebelum membeli kain Wolfis alangkah lebih baiknya jika Anda mengenali dahulu kain yang satu ini. Untuk mengenali bahan kain Wolfis tersebut Anda perlu mengetahui seperti apa kain Wolfis itu, seperti yang telah dipaparkan di atas.

    Setelah mengetahui apa itu bahan Wolfis kemudian yang harus Anda lakukan adalah sebaiknya melakukan survei terlebih dahulu ke beberapa toko baik online maupun offline.

    Survei dapat membantu Anda menemukan harga terbaik karena harga di setiap toko pasti berbeda. Sesuaikan juga dengan jenis Wolfis yang akan Anda beli.

    Tingkatan bahan kain Wolfis sangat memengaruhi jenis kain Wolfis yang mana setiap tingkatan bahan Wolfis memiliki kualitas yang berbeda dan harga yang berbeda pula.

    Jangan ragu untuk bertanya kepada penjual mengenai kain yang ingin Anda ambil termasuk dalam grade apa, ataukah grade A, grade B, atau grade C.

    Hal ini perlu dilakukan agar kain yang dibeli cocok untuk hasil yang ingin Anda buat.

    Jangan sampai Anda ingin membuat gamis namun Anda memilih grade rendah sehingga gamis yang Anda buat bisa menerawang atau tembus pandang.

    Jika Anda tidak tahu mengenai grade kain Wolfis, jangan ragu juga untuk menanyakan grade mana yang cocok untuk proyek pakaian atau yang lainnya.

    Penyesuaian kain akan menjadikan proyek yang akan Anda buat menjadi tepat dalam segi pemilihan kain. Kain yang tepat untuk dijadikan busana muslim adalah kain yang tidak menerawang dan juga tidak membentuk lekukan tubuh.

    Jika Anda menginginkan kualitas Wolfis yang bagus maka Wolfis premium cocok untuk Anda jadikan pilihan. Selain harganya murah, kualitas Wolfis premium tak kalah dengan jenis kain yang lainnya.

    Meski begitu kain murah tetaplah memiliki beberapa kekurangan. Untuk kebutuhan konveksi tentu bahan Wolfis premium sangat membantu karena harganya murah dan cukup bagus.

    [irp]

    Motif Kain Wolfis

    motif-kain-wolfis

    Selain kain Wolfis polos yang sering dijumpai dalam pembuatan gamis dan kerudung, ternyata kain Wolfis memiliki beberapa varian motif yang beredar di pasaran.

    Motif-motif tersebut biasanya berbentuk daun-daunan baik daun-daun kecil maupun besar. Selain itu terdapat juga motif kain wolfis dengan bentuk bunga-bunga atau kombinasi keduanya.

    Motif-motif tersebut merupakan motif yang banyak dijual di pasaran, namun tidak bisa dipungkiri bahwa terdapat variasi motif kain wolfis lainnya, antara lain:

    • Motif hewan
    • Motif polkadot
    • Motif embos
    • Motif army
    • Motif garis
    • Motif abstrak
    • Motif chevron, dan masih banyak yang lainnya.

    Keunggulan Kain Wolfis

    keunggulan-kain-wolfis

    1. Bahannya Tidak Mudah Kusut

    Wolfis memiliki karakteristik bahan kain yang tidak mudah kusut. Dengan begitu Anda akan sangat mudah dalam melakukan perawatan terhadap pakaian yang berbahan kain Wolfis.

    Anda akan mudah dalam melakukan penyetrikaan terhadap baju gamis atau kerudung yang berbahan Wolfis. Jika dalam keadaan darurat, Anda tak perlu menyetrika baju pun tidak akan terlihat kusut seperti katun.

    2. Kain Wolfis Memiliki Tekstur yang Halus

    Meskipun berharga murah namun kain Wolfis memiliki keunggulan yakni berupa tekstur kain yang halus, tidak kasar seperti bahan kain crepe.

    Dengan bahan yang halus maka Anda akan lebih nyaman dalam mengenakan pakaian yang berbahan Wolfis ini. Permukaannya yang halus juga menjadikan kain Wolfis lebih fleksibel dan jatuh.

    3. Bahannya Tidak Transparan

    Meskipun halus dan bertekstur tipis, kain Wolfis tidak tembus pandang atau transparan.

    Jadi sangat aman dan nyaman jika kain Wolfis dijadikan bahan untuk membuat busana muslim yang sejatinya digunakan untuk menutup bagian tubuh dan tidak menerawang jika dipakai dan Anda tidak perlu lagi mengenakan furing.

    Namun kain Wolfis dengan kualitas rendah bisa jadi menerawang.

    4. Berat Bahan Wolfis Ringan

    Meskipun kain Wolfis tebal, namun karena bahan kain ini tipis dan memiliki massa yang ringan. Dengan massa yang ringan maka akan sangat memudahkan pemakai dalam mengenakan pakaian berbahan Wolfis.

    Selain itu juga sangat membantu saat dicuci karena dengan massa yang ringan maka beban saat mencuci juga sedikit dan juga pakaian akan cepat kering walaupun hanya dianginkan.

    5. Memiliki Karakter Bahan Jatuh

    Karena bahannya yang ringan maka tak salah jika kain Wolfis memiliki karakteristik kain jatuh jika dipakai. Hal ini memberikan kesan elegan dan mewah jika dijadikan untuk membuat gamis.

    Bahan kain yang jatuh juga tidak membuat penampilan terlihat kaku dibandingkan dengan saat memakai bahan kain yang lain yang lebih kaku.

    6. Harganya Sangat Terjangkau

    Harga kain Wolfis sangat terjangkau karena memang terbuat dari bahan yang mudah ditemukan.

    Meski harganya murah namun kain Wolfis banyak dicari karena memiliki kualitas yang tidak sebanding dengan harganya yang murah.

    Anda bisa menemukan kain Wolfis dengan harga murah di beberapa toko. Harga ini disesuaikan dengan tingkat dan jenis kain Wolfis.

    7. Bahannya Memiliki Banyak Varian Warna

    Bahan kain wolfis yang dijual di pasaran memiliki banyak varian warna yang bisa dipilih sesuai warna yang diinginkan.

    Hal ini dapat memberi keuntungan karena biasanya wanita senang dengan pakaian yang berbeda-beda dan bervariasi dalam hal warna. Maka membeli kain Wolfis untuk membuat baju wanita sangat tepat karena tersedia banyak warna.

    8. Kain Wolfis Mudah Untuk Ditemukan

    Karena banyak produsen pembuat pakaian yang mulai melirik kain Wolfis untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan baju mereka, maka tak heran jika permintaan kain Wolfis sangat melonjak dan menyebabkan banyak penjual kain mulai menyediakan kain Wolfis dalam daftar kain dagangan mereka.

    Dengan banyaknya toko yang menjual kain Wolfis maka tak sulit untuk menemukan kain yang satu ini.

    Kekurangan Kain Wolfis

    kekurangan-kain-wolfis

    1. Memiliki Terlalu Banyak Variasi Warna

    Banyaknya variasi warna pada kain wolfis selain menguntungkan ternyata juga memiliki kekurangan, yakni terlalu banyak penamaan pada warna kainnya.

    Karena terlalu banyak nama warna kain Wolfis maka tak jarang terjadi kesalahan dalam memilih warna yang diinginkan. Misalnya di pasaran kain Wolfis warna biru tersedia beberapa jenis warna biru dengan nama yang berbeda.

    Nama-nama yang berbeda tersebut membuat pembeli menginginkan warna biru A, namun karena terlalu banyak jenis warna biru penjual malah memilihkan warna biru jenis B karena bingung dengan warnanya yang cenderung sama namun memiliki tingkat kecerahan yang berbeda.

    Terkadang dalam membuat seragam, kain yang tidak cukup ketika ingin membeli lagi warnanya belum tentu sama.

    Maka dari itu, sebaiknya saat membeli kain untuk proyek yang besar beli lah kain yang tersedia dengan warna yang banyak dan tidak terlalu mencolok.

    Pilihlah kira-kira warna yang dapat menjadi alternatif jika warna utama kehabisan stok.

    Misal Anda ingin membuat seragam warna hijau toska, maka pilih warna toska yang mendekati warna biru muda agar nantinya jika kehabisan kain Anda tidak bingung.

    Namun jika Anda hanya ingin membuat proyek yang sedikit sebaiknya lebihilah ukuran kain yang dibeli agar kasus kehabisan warna dan perbedaan gelap pada warna kain tidak terjadi.

    Hal ini lah yang kemudian dianggap merepotkan dan menjadi salah satu kelemahan dari kain Wolfis di samping keunggulannya yang banyak seperti yang telah disebutkan di atas.

    2. Bahan Kainnya Memiliki Terlalu Banyak Tingkat Ketebalan

    Meskipun kain Wolfis tidak menerawang, karena kain Wolfis memiliki banyak tingkat ketebalan terkadang kain Wolfis yang dijual oleh toko satu dengan toko lainnya memiliki tingkat ketebalan kain yang berbeda.

    Tentu akan sangat merepotkan jika Anda mendapatkan jenis kain Wolfis dengan ketebalan rendah yang akan berdampak pada kain yang menerawang dan terlalu tipis.

    Oleh karena itu agar Anda tidak salah memilih kain untuk proyek Anda, ketahuilah mengenai ketebalan kain Wolfis yang akan digunakan untuk membuat pakaian.

    Untuk membuat pakaian muslim, sebaiknya pilih dengan bahan kain Wolfis yang tidak terlalu jatuh sehingga tidak melekat pada tubuh yang dapat menampilkan lekuk tubuh pemakainya.

    Jenis-Jenis Bahan Wolfis

    jenis-jenis-bahan-wolfis

    Seperti halnya bahan kain yang lainnya, Ā kain Wolfis juga memiliki beberapa jenis bahan yang berbeda yang dijual di pasaran.

    Kain Wolfis memiliki banyak jenis, di antara jenis kain Wolfis yang banyak dijual di pasaran adalah Jasmine, Monalisa, Miracle, dan masih banyak yang lainnya. Setiap jenis bahan Wolfis memiliki serat kain yang berbeda jika diraba.

    Jenis Kain Wolfis Berdasarkan Grade

    jenis-kain-wolfis-berdasarkan-grade

    Jenis kain Wolfis berdasarkan grade atau tingkatan didasarkan pada seberapa rapat serat kain dan seberapa halus kain Wolfis itu. Jenis kain Wolfis jika didasarkan pada tingkatan atau grade antara lain:

    1. Bahan Wolfis Grade A, yakni bahan Wolfis yang memiliki kualitas paling tinggi dengan tingkat tekstur paling halus dan paling jatuh.

    2. Bahan Wolfis Grade B, yakni bahan Wolfis kualitas kedua di bawah Grade A dengan tingkat tekstur tidak terlalu halus dan juga tidak terlalu jatuh.

    3. Bahan Wolfis Grade C, yakni bahan Wolfis kualitas paling rendah dengan tingkat tekstur yang sedikit kasar dan tidak jatuh (lebih kurang jatuh dari Grade B).

    Jenis Bahan Wolfis Premium dan Standar

    jenis-bahan-wolfis-premium

    Penggolongan bahan kain Wolfis juga didasarkan pada nama yang beredar di pasaran berdasarkan tingkat kualitasnya selain dari grade berdasarkan kerapatan dan kehalusan kain Wolfis.

    Berdasarkan nama tingkatan yang banyak disebut adalah Wolfis Premium dan Wolfis Standar atau non premium. Perbedaan keduanya adalah sebagai berikut.

    1. Dari segi serat bahan, Wolfis Premium memiliki serat kain yang sangat halus, sangat rapat sehingga susah untuk di lihat seratnya, dan tidak timbul ketika disentuh sekilas. Sedangkan Wolfis Standar memiliki serat agak longgar, sedikit kurang rapi, serat kurang kokoh, dan jika diraba sekilas akan terkesan timbul pada teksturnya.

    2. Dari segi tekstur kain, Wolfis Premium memiliki serat sangat halus, tidak licin, tidak timbul, dan tidak kasar. Sedangkan Wolfis Standar tekstur kain sedikit kesat namun tidak licin dan tidak kasar.

    3. Dari segi karakteristik kain, kain Wolfis Premium lebih ringan, jatuh, dan tidak menerawang sama sekali. Sedangkan kain Wolfis Standar meskipun ringan dan jatuh namun sedikit menerawang.

    4. Dari segi daya serap, kedua jenis kain baik Wolfis Premium maupun Wolfis Standar keduanya tidak dapat menyerap keringat.


    Baca Juga : Janis Bahan Polycotton


    Tips Merawat Bahan Wolfis

    tips-merawat-bahan-wolfis

    Langkah selanjutnya setelah mengetahui banyak hal mulai dari karakteristik dan jenis-jenis kain Wolfis adalah mengetahui cara perawatan bahan kain Wolfis yang benar agar kain bisa tahan lama.

    1. Tips Mencuci

    Setelah membeli pakaian berbahan dasar kain Wolfis maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencucinya.

    Meskipun sekilas pakaian yang dibeli terlihat bersih, namun bukan tidak mungkin kain tersebut masih kotor. Maka cara tepat sebelum memakainya adalah dengan mencucinya terlebih dahulu.

    Kain Wolfis merupakan kain yang lembut dan halus, maka sebaiknya cuci dengan tangan secara manual karena kain Wolfis tidak terlalu tahan dengan kucekan yang terlalu keras.

    Rendam kain dengan sedikit detergen dan setelah beberapa saat kucek perlahan dengan lembut agar serat kain tetap lembut dan tidak rusak.

    Agar warna kain tidak pudar atau luntur maka saat mencuci sebaiknya pisah kain dengan warna cerah dan kain dengan warna gelap termasuk pakaian yang terkena noda seperti saus, kecap, serta kotoran lain yang dapat mencampuri pakaian lain yang hanya kotor karena keringat atau debu dan daki yang menempel di pakaian.

    Setelah menguceknya dengan cara manual secara perlahan-lahan menggunakan air yang dicampurkan dengan detergen, langkah selanjutnya yakni membilas pakaian berbahan Wolfis dengan air dingin yang bersih hingga sisa-sisa detergen yang menempel pada pakaian hilang dan serat kain menjadi kesat.

    2. Tips Menjemur

    Setelah proses pencucian selesai, langkah selanjutnya tentu saja penjemuran atau pengeringan pakaian agar pakaian menjadi kering dan tidak terdapat air yang masuk ke serat pakaian.

    Untuk penjemuran atau pengeringan pakaian yang berbahan dasar kain Wolfis maka sangat disarankan untuk tidak menjemur pakaian secara langsung di bawah sinar matahari.

    Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pemudaran warna pada pakaian karena pengaruh sinar matahari yang dapat merusak warna kain.

    Sebaiknya Anda menjemur pakaian berbahan kain Wolfis di tempat menjemur yang tertutup tetapi masih memungkinkan pakaian dapat kering. Anda bisa mengangin-anginkan pakaian di tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung.

    Agar serat pakaian tidak koyak, tertarik, atau kusut, jemur dengan menggunakan hanger atau gantungan pakaian.

    Agar warna pakaian tetap bagus dan selalu terlihat baru maka disarankan untuk membalik baju dengan posisi arah luar menjadi arah dalam dan sebaliknya. Sehingga bagian yang terbuka adalah bagian dalam yang jika dipakai tidak terlihat.

    Tidak dianjurkan untuk mengeringkan dengan mesin pengering, dan sebaiknya menjemur dengan cara manual seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

    Hal ini dimaksudkan agar serat dan tekstur kain tidak berubah dikarenakan mesin pengering memiliki suhu dan tenaga tarikan yang cukup tinggi yang dapat merusak serat kain.

    3. Tips Menyetrika

    Setelah pakaian kering, periksa terlebih dahulu apakah kain terlihat kusut atau tidak.

    Jika tidak kusut maka Anda tak perlu bersusah payah untuk menggosoknya dengan setrika mengingat bahan kain Wolfis tidak tahan dengan suhu yang terlalu tinggi. Panas setrika yang tinggi justru dapat merusak serat kain.

    Jika pakaian Anda memang terlihat kusut maka Anda dapat melapisinya dengan kain tipis yang diletakkan di atas pakaian berbahan Wolfis tersebut. Hal ini bertujuan agar panas dari setrika tidak menyentuh secara langsung pada kain sehingga serat kain masih aman dari perubahan dan kerusakan.

    3. Tips Menyimpan

    Setelah menyetrika atau hanya mengeringkan saja karena kondisi pakaian tidak kusut, maka langkah selanjutnya adalah dengan menyimpannya menggunakan cara yang tepat.

    Caranya seperti biasa, Anda dapat menggantung pakaian tersebut menggunakan hanger atau gantungan pakaian dan kemudian meletakkan di dalam lemari gantung.

    Namun Anda juga bisa menyimpannya dengan hanya dilipat dengan rapi dan disimpan di dalam lemari. Pastikan kondisi lemari tetap kering dan tidak lembab. Lemari yang lembab dapat mengakibatkan munculnya jamur yang dapat merusak serat pakaian. Selain itu jamur juga menimbulkan bau tidak sedap pada pakaian yang terkenanya.

    Harga Kain Wolfis

    harga-kain-wolfis

    Meski setiap toko mungkin memasang harga yang berbeda untuk kain Wolfis per meternya, namun dari beberapa sumber toko online dapat disimpulkan bahwa kisaran harga kain Wolfis mulai dari yang premium sampai yang standar berkisaran antara Rp23.000,00-Rp27.000,00 per meternya tergantung jenis dan kualitas Wolfis yang dipilih.

    Dari beberapa info mengenai Kain Wolfis mulai dari karakter, jenis, dan tips merawat kain tersebut diharapkan dapat membantu Anda dalam mengenali kain Wolfis untuk Anda yang ingin membeli atau hanya sekadar ingin mengetahui apa itu kain Wolfis.

  • Kain Blacu

    Bahan kain blacu merupakan kain yang paling sering digunakan untuk memproduksi souvenir. Souvenir yang paling banyak menggunakan kain blacu adalah tas tangan atau totebag.

    Selain digunakan untuk memproduksi tas totebag, kain blacu juga sering dimanfaatkan sebagai kreasi pada gamis, gaun ataupun dimanfaatkan sebagai kain hiasan.

    Dulunya kain blacu hanya dikenal sebagai pembungkus gula hingga tepung terigu. Meski awal penggunaan kain blacu tidak terlihat terlalu menarik, namun makin ke sini kain ini semakin populer untuk memproduksi tas.

    Kain blacu sendiri dibuat dari bahan kapas alami yang dipintal menjadi kain berwarna putih gading. Yuk lebih jelas simak ulasan dari Kainpusat dibawah ini.

    Mengenal Bahan Kain BlacuMengenal-Bahan-Kain-Blacu

    Secara tidak sadar, Anda mungkin sebenarnya sudah sering menggunakan kain blacu sebagai bahan pakaian maupun produk souvenir.

    Kain ini dulunya memang hanya digunakan sebagai pembungkus tepung dan gula karena memang memiliki tekstur yang cenderung kasar. Namun, kain blacu sendiri sebenarnya merupakan bentuk kain dasar dari kain mori.

    Kain mori merupakan kain yang dibuat dari bahan kapas yang kemudian ditenun. Umumnya Anda menemukan kain mori dipasarkan dalam sediaan warna putih. Warna putih pada kain mori berasal dari proses bleaching atau pemutihan yang dilakukan pada kain blacu.

    Ada dua jenis kain mori yang tersedia di pasaran yaitu kain mori dengan proses pemutihan dan kain mori alami tanpa pemutihan.

    Kain mori yang dijual dalam bentuk belum dilakukan pemutihan juga disebut sebagai kain blacu. Di tahun 1960 sampai 1970an, kain mori merupakan kain yang sangat populer untuk digunakan sebagai bahan pakaian.


    Baca Juga: Bahan Kain Crepe


    Karakteristik Bahan BlacuKarakteristik-Bahan-Blacu

    Kain blacu termasuk ke dalam salah satu jenis kain yang memiliki kualitas terendah. Anda bisa menemukan kain blacu di pasaran yang dijual dalam bentuk warna putih gading ataupun sedikit abu-abu. Warna yang cenderung natural dari bahan kain blacu membuatnya lebih mudah untuk dikreasikan.

    Kain blacu diproduksi dari bahan kapas yang kemudian dilakukan proses pemintalan atau spinning. Pemintalan merupakan proses pertama untuk mengubah kapas menjadi benang.

    Benang yang terbentuk kemudian digulung agar berubah menjadi pintalan benang. Benang yang sudah terpintal ini kemudian ditenun agar benang berubah menjadi lembaran kain.

    Karena bahan dasar yang terbuat dari kapas, kain blacu pun memiliki karakteristik yang lebih ringan.

    Selain itu, kain blacu juga lebih mudah untuk dirubah bentuknya baik dengan ditekuk ataupun dijahit menjadi beragam bentuk. Kain blacu juga dapat digunakan hingga berkali-kali.

    Kelebihan Kain Blacu

    Kelebihan-Kain-Blacu

    1. Lebih Ramah Lingkungan

    Kain blacu merupakan kain yang dibuat dari bahan dasar berupa kapas. Karena terbuat dari bahan alami yang kemudian ditenun putih dari kapas, kain blacu lebih ramah lingkungan dibandingkan jenis kain lainnya yang terbuat dari bahan kimiawi buatan.

    Sehingga, ketika baju sudah tidak digunakan karena usang, Anda dapat membuangnya langsung karena kain ini mudah terurai di tanah.

    2. Lebih Terasa Adem di Kulit

    Terbuat dari pintalan kapas yang kemudian dibuat menjadi lembaran kain, kain blacu apabila dipakaikan di kulit akan terasa dingin dan nyaman di kulit. Anda yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia akan merasakan rasa nyaman ketka menggunakan pakaian dari bahan blacu.

    3. Aman Untuk Semua Kalangan

    Kain blacu bisa digunakan untuk semua kalangan baik orang dewasa maupun anak-anak.

    Anak kecil yang memiliki kekebalan tubuh lebih rendah akan lebih aman menggunakan kain blacu karena terbuat dari bahan alami.

    Reaksi alergi pun kemungkinan kecil akan terjadi ketika menggunakan kain blacu.

    4. Kain Blacu Lebih Fleksibel

    Kain blacu, selain digunakan untuk membuat pakaian, kain ini juga paling sering digunakan untuk membuat souvenir seperti tas.

    Alasan para produsen memilih kain blacu untuk dijadikan souvenir karena bahan ini lebih fleksibel untuk dibentuk.

    Berbagai bentuk tas pun akan mudah dibentuk jika menggunakan kain blacu.

    5. Harga yang Cenderung Lebih Murah

    Kain blacu memiliki harga jual yang lebih murah sehingga dapat menekan biaya produksi jika digunakan untuk berjualan souvenir.

    Kekurangan Kain Blacu

    Kekurangan-Kain-Blacu

    1. Hanya Tersedia Dalam Satu Warna

    Kain blacu dipintal dari kapas murni tanpa penambahan pewarna pakaian sehingga kain ini hanya tersedia dalam satu warna yaitu putih gading. Sehingga ini menjadi tantangan tersendiri bagi Anda yang memproduksi souvenir dari kain blacu harus pandai-pandai dalam mendesain souvenir agar tidak membosankan.

    2. Bahan Sedikit Kasar

    Ada harga ada kualitas. Kain blacu yang ditawarkan dengan harga murah menawarkan kualitas kain yang sedikit kasar menyembul. Olhe karenanya kain ini banyak dipilih untuk bahan tas.

    Kerajinan Kain Blacu

    Kerajinan-Kain-Blacu

    Dulunya, bahan kain blacu lebih banyak digunakan untuk emngmeas beras, gula maupun tepung. Sementara saat ini, berbagai jenis kerajinan banyak yang menggunakan bahan dasar kain blacu.

    Kerajinan yang kini sedang populer dan memanfaatkan kain blacu sebagai bahan dasarnya adalah tas totebag.

    Banyak orang memesan tas totebag baik untuk dijual ataupun untuk kebutuhan souvenir pernikahan.

    Selain dimanfaatkan untuk totebag, kain blacu juga digadang menjadi salah satu alternative dari kantong plastik.

    Dengan menggunakan kain blacu sebagai pengganti kantong plastik, maka lingkungan pun akan lebih aman terhadap limbah plastik yang sulit terurai.

    Kain blacu juga sering dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan tempat tisu dan taplak meja. Selain itu, kain blacu juga dimanfaatkan untuk sarung bantal serta gorden jendela di rumah. Gorden dari kain blacu dapat dibuat lipit-lipit maupun beranek bentuk lainnya.

    Harga Kain Blacu

    Harga-Kain-Blacu

    1. Harga Kain Blacu Per Meter

    Harga yang dicantumkan di sini bukanlah harga standar melainkan harga rata-rata yang biasanya dipatok untuk satu meter kain blacu.

    Umumnya harga kain blacu dipatok berkisar Rp 11.000 sampai Rp 15.000 per meternya, bergantung lokasi.

    Untuk ukuran lebar kain blacu sendiri adalah 150 cm. Namun, ada pula yang menjual kain ini dengan ukuran lebar 160 cm.

    2. Harga Kain Blacu Per Roll

    Jika kebutuhan dalam skala besar, Anda bisa membeli satu roll kain blacu. Satu roll biasanya memiliki ukuran panjang mencapai 40 meter dan lebar 160 cm. Harga kain blacu per roll untuk daerah Jakarta umumnya dipatok Rp 600.000.

    3. Harga Kain Blacu Warna Warni

    Kain blacu warna warni mungkin terdengar sedikit aneh mengingat kain blacu memiliki ciri khas abu-abu dan putih gading. Warna kain blacu sendiri dihasilkan dari warna asli benang untuk menenun.

    Selain itu, proses pencelupan juga bisa menghasilkan warna pada kain. Harga kain blacu warna warni misalnya dipatok Rp 22.000/meter untuk daerah Surabaya.

    Harga bahan kain blacu akan berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lain. Harga di atas sendiri merupakan harga rata-rata pasar yang berlaku di sebagian wilayah Pulau Jawa. Untuk penggunaan skala besar, sangat disarankan jika Anda membeli dalam satu roll karena harga yang ditawarkan cenderung lebih murah ketimbang per meternya.