Mengenal Bahan Dinir
KAIN

Mengenal Bahan Dinir Untuk Pembuatan Tas [ Lengkap ]

Dalam dunia konveksi tas, sebutan tentang  pasti sudah tidak asing lagi. Bahan ini memang sudah menjadi bahan dasar pembuatan tas dan memiliki beragam jenis. Umumnya yang dimaksud dengan bahan ini adalah polyester dinir atau nylon dinir dan sering disebut dengan kodenya saja yaitu D.

Namun mungkin masih ada di antara Anda yang belum paham apa itu dinier fabric dan klasifikasinya. Agar tidak salah ketika akan membeli atau membuat sendiri tas dengan bahan ini, ada baiknya Anda mempelajari terlebih dahulu kelebihan dan kekurangannya agar tidak keliru.

Mengenal Bahan Dinir

Pengertian Bahan Dinir

Sebenarnya kata dinier merujuk pada unit yang dipakai dalam mengukur tingkat tebal-tipisnya serat yang ada di dalam benang atau filamen. Benang inilah yang nantinya akan disatukan menjadi bahan tekstil dan juga kain.

Umumnya, ketika sebuah kain nampak tebal, artinya jumlah dinir di dalam kain tersebut tinggi sehingga membuat kain lebih tahan lama dan kokoh. Begitu pula dengan kain yang tipis, itu artinya tingkat unit pengukuran atau dinirnya rendah. Namun kelebihan dari kain dengan dinir rendah ini adalah lebih lembut dan halus.

Sebutan dinir juga bisa merujuk kepada isian serat. Biasanya serat mikro yang dipakai sebagai isian benang akan lebih bagus apabila berukuran kurang dari 1 dinir. Untuk membantu Anda membayangkan, maka perbandingan yang paling mudah adalah dengan melihat helaian rambut Anda.

Dalam satu helai rambut manusia, rata-rata memiliki ukuran 20 dinir. Untuk serat mikro standar, biasanya berukuran 0,9 dinir. Bisa dibayangkan betapa kecil dan tipis serat yang digunakan dalam pembuatan sebuah benang dan juga kain.

Biasanya setiap jenis kain nylon dinir atau polyester dinir akan ditandai dengan angka, mulai dari 300, 420 hingga 1680. Namun, angka ini tidak menunjukkan kekuatan kain, sebab bisa jadi kain 300D lebih kuat daripada 420D. Sebab, kekuatan dinier fabric dilihat dari bahan dasar pembuatan kain tersebut.

Maksud dari angka yang ada di depan kode D adalah tingkat ketebalan dan juga kekakuan dari jenis tiap kain. Semakin besar angka maka serat kainnya semakin tebal. Untuk ketahanan kain terhadap kain juga tergantung dari jenis bahan serat kain, entah itu nylon atau polyester.

Jenis Kain Dinir Untuk Pembuatan Tas

1. Jenis 1680D

Kain jenis ini juga sering disebut dengan Dolby. Kain ini merupakan versi premium dari semua polyester fabric yang ada. Kelebihan dari kain ini adalah tidak mudah berjejak ketika tertekan atau ditekuk. Selain itu, kain ini juga tahan air, tebal serta tidak mudah sobek. Jika dilihat, kain ini juga terdapat kesan mengkilap sehingga tampak lux.

Dengan segala kelebihan itu, maka tidak heran jika bahan dolby ini berharga mahal dan hanya memiliki varian warna tertentu saja. Jenis tas yang paling cocok dibuat menggunakan jenis kain ini adalah tas ransel atau tas olahraga.

2. Jenis 1050D

Tampilan fisik dari kain 1050D ini hampir sama dengan kain dolby. Walau demikian memang serat kainnya tidak setebal kain dolby. Selain itu, jarak tenunan benangnya juga rapat dan teksturnya cenderung kaku.

Namun, walau jenis kain ini masih bisa dipakai untuk bahan pembuatan tas, banyak pengrajin lebih memilih jenis 1050D ini untuk dijadikan sebagai material tambahan untuk koper.

3. Jenis 300D

Kain dengan spesifikasi ini biasanya juga disebut dengan nama dinir atau dinier soft. Dalam klasifikasinya, kain ini masuk ke dalam kelas menengah. Jika diraba, maka jenis soft dinir ini akan terasa halus. Selain itu, jarak tenunan benangnya juga rapat. Hal ini jugalah yang membuat nama kain ini adalah 300D.

Kelebihan dari kain 300D ini adalah tidak mudah menimbulkan bekas ketika digulung atau diremas, atau bisa dibilang tidak keriput atau wrinkle free. Selain itu, teksturnya yang tebal membuat jenis kain ini tidak mudah sobek sehingga cocok untuk bahan tas yang bagus dan pastinya tahan lama.

Selain tear resistant, kain ini juga memiliki warna yang lebih jelas dibandingkan dengan jenis lainnya. Maka dari itu bahan 300D sangat cocok ketika dibuat menjadi backpack, sling bag hingga travel bag.

4. Jenis 600D

Kain ini juga merupakan kain kelas menengah tapi masih di bawah 300D. Kain yang kerap dijadikan sebagai bahan tas ransel, duffle hingga tas untuk wadah perkakas musik ini memiliki pori yang lebih tebal jika dibandingkan dengan 300D. Kualitasnya juga masih bisa dibilang masuk ke dalam standar.

Kain ini juga tidak mudah berkerut namun sayangnya tidak water-resistant. Walau demikian harga yang dibanderol untuk kain 600D ini cukup terjangkau sehingga lebih sering dipakai oleh para pengrajin tas borongan.

5. Jenis 420D

Di antara semua jenis dinier fabric, varian 420D ini memang terkenal mutunya tidak terlalu bagus. Namun demikian, bukan berarti jenis kain ini tidak bisa digunakan. Bahkan jenis ini sebenarnya paling populer, terlebih di kalangan pembuat goodie bag atau tas untuk cinderamata.

Material ini dikatakan kurang bagus karena karakteristiknya yang cukup rapuh karena mudah sobek. Selain itu, serat benang yang digunakan untuk pembuatan kain 420D juga cukup tipis sehingga berharga murah. Walau demikian, selain untuk goodie bag, kain jenis ini juga masih bisa digunakan untuk pembuatan tas kosmetik.

Kelebihan Bahan Polyester Dinir

1. Harga Terjangkau

Secara umum jenis bahan dinir ini memiliki harga yang tidak terlalu mahal. Dengan harga yang merakyat ini, Anda masih bisa membuat tas yang nyaman untuk berbagai keperluan.

Oleh karena itu pula, banyak pengrajin tas memakai jenis bahan ini untuk tas produksi mereka. Hasilnya pun bisa dibandingkan dengan tas berbahan lainnya.

2. Beragam Jenis

Ada banyak jenis dan karakteristik dari kain berbahan dinir. Hal ini membuat pilihan untuk pembuatan tas juga lebih bervariasi. Anda bisa menyesuaikan anggaran dengan bahan kain yang ada.

Meskipun serat kain dinir tidak setebal serat kain bahan tas cordura, tapi kualitasnya tidak kalah bagus. Ketebalan serat kain juga bermacam-macam, sehingga memudahkan pilihan.

3. Tahan Air

Walaupun ada jenis kain D yang tidak anti air, tetapi pada dasarnya kebanyakan memang waterproof. Hal ini membuat jenis kain D banyak digunakan untuk tas yang diperuntukkan aktivitas outdoor seperti tas olahraga dan ransel.

4. Perawatan Mudah

Memiliki tas yang mudah dirawat sehingga bisa terus awet dan tahan lama tentu menjadi kesenangan tersendiri. Hal itu bisa didapatkan dengan tas yang berbahan dasar kain D. Hal ini dikarenakan kain D yang tidak mudah sobek serta warnanya yang menawan.

Dengan mengetahui jenis dan kelebihan dari bahan dinir, Anda tidak perlu lagi kebingungan ketika akan membeli atau memproduksi tas. Terlebih lagi dengan jenis yang beragam, Anda dapat menyesuaikan desain dan menutup kekurangan tiap bahan kain dengan aspek lainnya.

Itu lah tadi Penjelasan singkat dari Kainpusat.com semoga bermanfaat. 🙂

Panggil sadja Delisha ❤ Seorang muslimah yang sedang menjalani profesi sebagai penulis dan editor di Kainpusat ❤.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *